Juni 3, 2026

Trump Ancaman Penjara Netanyahu: “Kau Sudah Dipenjara Kalau Bukan karena Aku”

IMG_20260603_005425

Trump ancaman penjara Netanyahu mewarnai panggilan telepon panas antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (1/6/2026). Dalam percakapan berdurasi sekitar 15 menit yang dilaporkan Axios mengutip dua pejabat AS dan satu sumber lain yang mengetahui isi pembicaraan, Trump melontarkan kata-kata makian dan klaim bahwa dirinya telah menyelamatkan Netanyahu dari penjara.

“Kau benar-benar gila. Kau pasti sudah dipenjara kalau bukan karena aku. Aku menyelamatkanmu. Sekarang semua orang membencimu. Semua orang membenci Israel karena ini,” demikian ringkasan kemarahan Trump kepada Netanyahu menurut sumber pertama yang mengetahui percakapan tersebut. Seorang pejabat AS lainnya mengatakan Trump “sangat marah” dan pada satu titik berteriak kepada Netanyahu: “What the fuck are you doing?”.

Sumber-sumber yang mengetahui percakapan tersebut mengatakan kepada Axios bahwa Trump mengklaim telah membantu “menjaga Netanyahu keluar dari penjara”. Ini merujuk pada dukungan politik Trump selama Netanyahu menghadapi persidangan kasus korupsi yang tertunda karena situasi keamanan Israel. Klaim ini memperkuat kemarahan Trump yang merasa tidak dihargai setelah bertahun-tahun memberikan dukungan politik kepada pemimpin Israel itu.

Akar Kemarahan Trump: Iran dan Isolasi Israel

Di balik ledakan kemarahan Trump terhadap Netanyahu terdapat kekhawatiran strategis yang mendalam. Eskalasi militer Israel di Lebanon—termasuk perintah Netanyahu untuk menyerang pinggiran selatan Beirut dan memperluas operasi darat di Lebanon selatan—dinilai Trump telah membahayakan negosiasi sensitif AS dengan Iran. Teheran sebelumnya mengancam akan menghentikan pembicaraan damai jika serangan Israel ke Lebanon dan Gaza tidak dihentikan.

Sumber kedua yang mengetahui percakapan itu mengatakan Trump marah karena merasa Netanyahu melakukan eskalasi secara tidak proporsional. Selain ancaman terhadap Beirut, Israel juga memperluas operasi daratnya di Lebanon selatan. Pejabat AS lainnya mengatakan Trump khawatir dengan banyaknya warga sipil yang terbunuh di Lebanon, dan keberatan dengan tindakan Israel meruntuhkan bangunan hanya untuk membunuh satu komandan Hizbullah.

“Trump memahami Hizbullah memang menembaki Israel dan Israel perlu membela diri, tetapi dalam beberapa hari terakhir ia merasa Netanyahu melakukan eskalasi secara tidak proporsional,” kata seorang pejabat AS kepada Axios. Sumber lain mengatakan Trump prihatin dengan fakta Israel telah membunuh begitu banyak warga sipil di Lebanon.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa ini merupakan salah satu percakapan terburuk Trump dengan Netanyahu sejak ia kembali menjabat. Pejabat AS kedua mengklaim bahwa Trump telah “menggilas” Netanyahu dalam percakapan tersebut. “Bibi mengatakan, ‘Oke, oke, pastikan semuanya dibereskan,'” kata pejabat itu.

Setelah Panggilan: Gencatan Senjata dan Ketegangan Berkepanjangan

Trump kemudian mengumumkan di Truth Social bahwa pasukan Israel yang bergerak menuju Beirut telah diputar balik. Ia juga mengklaim telah berbicara dengan perwakilan Hizbullah dan mereka setuju menghentikan serangan ke Israel. “Saya berbicara dengan Bibi Netanyahu hari ini dan memintanya untuk tidak melakukan serangan besar di Beirut, Lebanon. Dia memerintahkan pasukannya untuk berbalik arah. Terima kasih Bibi!” tulis Trump.

Ia menambahkan: “Mari kita lihat berapa lama itu akan bertahan—semoga selamanya!”. Trump juga menyebut bahwa pembicaraan dengan Iran “masih terus berlangsung dengan kecepatan tinggi”.

Namun Netanyahu menunjukkan keteguhan sikapnya. Setelah panggilan dengan Trump, PM Israel menulis di X bahwa ia telah memberi tahu Trump jika Hizbullah tidak berhenti menyerang kota dan warga negara Israel, Israel akan menyerang target teror di Beirut. “Posisi kami tetap sama. Pada saat yang sama, IDF akan terus beroperasi sesuai rencana di Lebanon selatan,” kata Netanyahu.

Menteri Keamanan Israel Itamar Ben Gvir bahkan mengompori ketegangan dengan memuji Netanyahu yang berani melawan Trump. “Anda mengatakan bahwa perdana menteri yang kuat mengatakan kepada Presiden Amerika Serikat-‘ya’ ketika mungkin, dan ‘tidak’- ketika diperlukan,” tulis Ben Gvir di X.

Menariknya, Israel dan Lebanon dijadwalkan mengadakan putaran pembicaraan baru antara duta besar mereka di Washington. Lebanon mengumumkan gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel pada hari Senin, yang merupakan de-eskalasi terbatas dari konflik yang telah menewaskan ribuan orang sejak permusuhan meningkat tajam pada awal Maret.

Israel Dibenci Dunia: Isolasi Internasional

Ungkapan Trump bahwa “semua orang membenci Israel karena ini” bukanlah hiperbola belaka. Sejak eskalasi militer Israel di Lebanon pada akhir pekan, kecaman internasional mengalir deras. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres melalui juru bicaranya mendesak Israel menarik seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon dan menghormati kedaulatan serta integritas teritorial Lebanon sepenuhnya. Pobee menyambut pertemuan antara perwakilan militer Lebanon dan Israel yang difasilitasi AS di Washington pada 29 Mei.

Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat atas permintaan Prancis pada Senin malam (1/6/2026) menyusul meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon selatan. Sementara itu, perwakilan Lebanon di PBB Ahmed Araqe menyatakan bahwa Zionis telah menyebabkan penderitaan, teror, dan kerusakan besar pada warga sipil dengan menghancurkan infrastruktur dan rumah-rumah di Lebanon selatan.

Di tingkat regional, Arab Saudi mengutuk peningkatan serangan Israel di Lebanon dan memperbarui penolakannya terhadap setiap pelanggaran kedaulatan Lebanon. “Kerajaan menegaskan penolakan tegas terhadap masuknya pasukan Israel ke wilayah Lebanon serta pelanggaran terhadap kedaulatan negara tersebut,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi.

Iran menuduh Israel secara aktif mengganggu upaya stabilisasi kawasan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan AS harus bertanggung jawab penuh atas aksi Israel memperburuk situasi keamanan regional. “Setiap tindakan yang dilakukan oleh Israel adalah tanggung jawab Amerika, yang mendukungnya,” katanya.

Analitis ke depan

Ketegangan Trump-Netanyahu ini menyoroti titik gesekan mendasar dalam hubungan AS-Israel di bawah pemerintahan Trump. Di satu sisi, AS mendukung hak Israel untuk membela diri melawan Hizbullah yang didukung Iran. Di sisi lain, Trump sangat ingin menghindari konflik regional yang lebih luas yang dapat menggagalkan tujuan kebijakan luar negerinya yang lebih besar: mengekang ambisi nuklir Iran melalui kesepakatan diplomatik.

Klaim Trump bahwa Netanyahu akan dipenjara tanpa bantuannya bukan sekadar kemarahan spontan. Ini mencerminkan dinamika kekuasaan yang kompleks di mana Netanyahu sangat bergantung pada dukungan politik AS untuk bertahan dari krisis hukum di dalam negeri. Namun, dengan eskalasi di Lebanon yang terus berlanjut meskipun ada tekanan keras dari Trump, Netanyahu menunjukkan bahwa ia tidak sepenuhnya tunduk pada tekanan Washington.

Bagi Israel, dampaknya signifikan. Netanyahu kini menghadapi tekanan dari dua arah. Dari luar, ia menghadapi kecaman internasional yang semakin keras dan potensi isolasi diplomatik. Dari dalam, ia menghadapi tekanan politik dari sayap kanan yang dipimpin Ben Gvir yang mendukung eskalasi lebih lanjut, sementara oposisi menuduhnya bertindak ceroboh. Sementara itu, persidangan kasus korupsi Netanyahu dijadwalkan berlanjut setelah ditunda berulang kali karena situasi keamanan, menambah tekanan politik di dalam negeri.

Ke depan, stabilitas kawasan akan sangat bergantung pada kemampuan AS menyeimbangkan antara mendukung sekutu tradisionalnya dan menjaga dialog dengan Iran. Jika negosiasi AS-Iran gagal, kawasan ini berisiko memasuki fase konflik baru yang lebih berbahaya, dengan Lebanon dan Gaza sebagai medan pertempuran proksi. Satu hal yang pasti: hubungan AS-Israel saat ini berada di titik terendah dalam satu dekade terakhir, dan perbaikan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.


Internal Link (minimal 5):

“130 konflik aktif dunia di 2026, tertinggi dalam sejarah modern” — /geopolitik/130-konflik-aktif-dunia-wef-2026/
“harga minyak Juni 2026 sentuh USD126, OPEC+ tambah produksi” — /ekonomi-global/harga-minyak-juni-2026-opec-tambah-produksi/
“ekonomi global di ujung uji di tengah pergeseran kekuatan dunia” — /ekonomi-global/ekonomi-global-di-ujung-uji-2026/
“Trump murka ke Netanyahu: ‘Kamu Gila, Semua Orang Membencimu'” — /konflik-dunia/trump-murka-netanyahu-lebanon-gila-batal-serang/
“inflasi pangan AS tembus 3,2% di April 2026” — /ekonomi-global/inflasi-pangan-as-2026-harga-pangan-naik-konflik-iran/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *