Juli 18, 2026

Heat Dome Eropa 46 Derajat: Rekor Suhu Runtuh, Puluhan Tewas dan Reaktor Nuklir Ditutup

full_1782279860023202_5bc5e7d744_berita_pusat-pemberitaan

Heat dome Eropa 46 derajat menerjang benua biru pada pekan terakhir Juni 2026, memicu gelombang panas paling parah yang pernah tercatat di Eropa. Fenomena kubah panas yang menjebak massa udara panas di atas Eropa Barat dan Tengah ini mendorong suhu di Prancis, Spanyol, dan Italia melampaui 46 derajat Celsius, memecahkan rekor-rekor yang telah bertahan puluhan tahun dan mengakibatkan puluhan korban jiwa.

Meteorolog menyebut fenomena ini sebagai “Omega block” atau “heat dome”, yaitu sistem tekanan tinggi yang kuat memerangkap massa udara panas di bawahnya, mencegahnya naik dan mendingin, sehingga suhu di permukaan terus meningkat hari demi hari. Pola ini menciptakan efek seperti tutup panci yang memerangkap panas dengan suhu yang tercatat mencapai 15 hingga 18 derajat Celsius di atas normal untuk periode ini.

Prancis menjadi negara yang paling terpukul. Pada Selasa (23/6), Prancis mencatat hari terpanas sejak pencatatan dimulai hampir 80 tahun lalu, dengan suhu mencapai 44,3 derajat Celsius di kota Pissos, barat daya Prancis. Keesokan harinya, suhu di Paris menyentuh 40,9 derajat Celsius, memecahkan rekor Juni. Sebanyak 49 departemen ditempatkan di bawah status siaga merah tertinggi. Pemerintah Prancis melaporkan sedikitnya 48 orang tenggelam sejak awal gelombang panas saat berusaha mencari kesejukan di danau dan sungai. Dua balita berusia dua dan empat tahun ditemukan tewas di dalam mobil di Carpentras saat suhu mencapai 39 derajat Celsius. Tiga orang lanjut usia meninggal karena suhu tinggi di panti jompo di Gironde.

Kekhawatiran besar juga muncul di sektor energi. Prancis terpaksa mematikan reaktor nuklir di pembangkit listrik Golfech dekat Toulouse karena air pendingin dari Sungai Garonne menghangat melampaui batas aman 28 derajat Celsius. Secara total, pembangkit listrik tenaga nuklir Prancis memangkas outputnya sekitar 7 persen dari total permintaan karena akses terbatas ke air pendingin.

Di Spanyol, suhu di El Granado, kota di selatan yang berbatasan dengan Portugal, mencatat rekor baru untuk bulan Juni: 46 derajat Celsius. Sebagian besar wilayah Spanyol berada di bawah peringatan panas, dengan peringatan merah tingkat tertinggi diberlakukan di kota-kota seperti Cordoba dan Bilbao. Badan Meteorologi Nasional Spanyol (AEMET) mengeluarkan peringatan “bahaya luar biasa” di Cordoba dan sekitarnya. Dua orang lanjut usia meninggal karena sengatan panas setelah suhu di atas 40 derajat Celsius. Otoritas Madrid membatalkan pemutaran publik pertandingan Piala Dunia Klub FIFA antara Spanyol dan Arab Saudi karena alasan kesehatan. Kebakaran hutan di sepanjang koridor Madrid-Barcelona mengganggu layanan kereta api berkecepatan tinggi, menyebabkan penundaan lebih dari dua jam.

Italia menempatkan 16 kota besar—termasuk Roma, Milan, Florence, Turin, dan Verona—di bawah tingkat siaga merah tertinggi, yang menunjukkan risiko kesehatan bagi seluruh populasi. Kementerian Kesehatan Italia memperingatkan semakin banyaknya “malam tropis” di mana suhu tetap di atas 25 derajat Celsius setelah gelap. Suhu di beberapa bagian Sardinia melebihi 40 derajat Celsius. Galeri Uffizi di Florence, salah satu tujuan wisata utama Italia, menghentikan penjualan tiket untuk memperbaiki kerusakan AC.

Inggris mencatat rekor suhu tertinggi untuk bulan Juni, mencapai 36,1 derajat Celsius di Inggris selatan. Rekor ini melampaui suhu tertinggi sebelumnya untuk bulan Juni sebesar 35,6 derajat Celsius yang tercatat pada tahun 1957 dan 1976. Badan Meteorologi Inggris (Met Office) mengeluarkan peringatan panas merah yang langka, yang baru kedua kalinya dalam sejarah negara itu. Ratusan sekolah ditutup atau mempersingkat hari belajar. Bahkan London Climate Action Week terganggu, dengan penyelenggara membatalkan acara tentang panas ekstrem karena panas itu sendiri. Jaringan kereta api London terkena dampak panas, termasuk penundaan dan pembatasan kecepatan di jalur Underground utama.

Di Jerman, suhu mendekati 39 derajat Celsius di barat daya, sementara sambaran petir melanda perkemahan tenda selama festival bola tangan, melukai sembilan orang. Suhu tinggi juga merusak bagian dari jalan tol A1 di utara Hamburg. Di Belgia, suhu mendekati 35 derajat Celsius mengancam rekor yang bertahan sejak 1976. Portugal memperkirakan suhu hingga 42 derajat Celsius di daerah pedalaman. Di Swiss dan Luksemburg, peringatan merah tertinggi dikeluarkan untuk panas ekstrem.

Gelombang panas yang melanda Eropa pada Juni 2026 telah mengubah lanskap benua tersebut. Ini adalah gelombang panas paling parah sejak 1947, dan para ilmuwan memperingatkan bahwa ini bisa menjadi awal dari musim panas yang lebih ekstrem. Eropa adalah benua dengan pemanasan tercepat di dunia, dengan suhu yang meningkat dua hingga tiga kali lebih cepat dari rata-rata global. Badan cuaca Prancis Meteo-France menyatakan bahwa kondisi saat ini sebanding dengan gelombang panas Agustus 2003 yang berlangsung 16 hari dan menyebabkan sekitar 80.000 kematian berlebih di seluruh Eropa.

Heat dome Eropa 46 derajat pada Juni 2026 telah menimbulkan dampak yang meluas: rekor suhu yang runtuh, puluhan korban jiwa, penutupan reaktor nuklir, gangguan transportasi massal, penutupan sekolah, dan krisis kesehatan di berbagai negara. Fenomena “Omega block” yang memerangkap panas di atas Eropa telah menciptakan kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dampaknya terasa di seluruh sektor: dari infrastruktur transportasi yang lumpuh hingga sistem kesehatan yang kewalahan. Ke depan, dunia harus bersiap menghadapi lebih banyak gelombang panas yang memecahkan rekor, karena perubahan iklim terus mendorong suhu global lebih tinggi. Seperti yang diperingatkan para ilmuwan, peristiwa ini bukan kejadian terisolasi, tetapi bagian dari tren pemanasan jangka panjang yang didorong oleh emisi gas rumah kaca selama puluhan tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *