FTC Setujui Akuisisi Elon Musk atas Mesh Optical, Startup Eks-SpaceX Pengembang Transceiver Optik untuk Pusat Data AI
Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC) secara resmi menyetujui akuisisi yang dilakukan Elon Musk terhadap Mesh Optical Technologies, sebuah perusahaan rintisan di bidang teknologi optik yang didirikan oleh tiga mantan insinyur SpaceX. Persetujuan ini diberikan melalui mekanisme percepatan penghentian awal proses tinjauan antimonopoli pada Rabu, 24 Juni 2026, yang berarti regulator menilai transaksi ini tidak menimbulkan masalah persaingan usaha yang signifikan. Dalam pemberitahuan resmi FTC dengan nomor transaksi 20261601, Elon Musk tercatat sebagai pihak pengakuisisi dan Mesh Optical Technologies Corporation sebagai pihak yang diakuisisi.
Mesh Optical Technologies merupakan perusahaan yang baru berdiri pada tahun 2025 dan baru keluar dari mode siluman pada Februari 2026, ketika mengumumkan putaran pendanaan Seri A senilai 50 juta dolar AS yang dipimpin oleh Thrive Capital. Tiga pendiri perusahaan ini adalah Travis Brashears (CEO), Cameron Ramos (Presiden), dan Serena Grown-Haeberli (VP Produk)—ketiganya sebelumnya mengembangkan tautan komunikasi optik yang menghubungkan ribuan satelit Starlink milik SpaceX. Pengalaman inilah yang kemudian mereka bawa ke ranah terrestrial dengan mengembangkan transceiver optik untuk pusat data berbasis darat.
Transceiver optik yang dikembangkan Mesh Optical adalah perangkat yang mengubah sinyal listrik menjadi cahaya sehingga data dapat bergerak antar server dan GPU dengan kecepatan lebih tinggi dan konsumsi daya lebih rendah dibandingkan koneksi berbasis tembaga tradisional. Produk unggulan perusahaan, Alpha C1, diklaim mampu mentransmisikan data lebih dari satu terabit per detik. Mesh juga mengembangkan modul 1.6T OSFP dan teknologi laser DFB untuk mesin optik yang menargetkan pusat data kecerdasan buatan dengan transmisi berkecepatan tinggi dan daya rendah. Teknologi ini menjawab hambatan yang semakin akut seiring klaster pelatihan AI berkembang hingga ratusan ribu chip.
Akuisisi ini bukan sekadar ekspansi bisnis biasa, melainkan bagian dari strategi besar SpaceX pasca-IPO. Perusahaan antariksa yang baru saja mencatatkan saham perdana ini telah menandatangani perjanjian komputasi dengan Anthropic, Google, dan Reflection AI senilai lebih dari 80 miliar dolar AS hingga 2029. Kompleks pusat data SpaceX di Memphis, Tennessee, telah menjadi salah satu platform komputasi pihak ketiga terbesar di dunia. Namun SpaceX menemukan bahwa masalah latensi dan infrastruktur jaringan yang menua di dalam fasilitas tersebut membatasi kegunaannya untuk pelatihan AI internal, sehingga perusahaan terpaksa menyewakan kapasitasnya kepada penyewa luar. Transceiver optik adalah komponen yang menentukan seberapa cepat chip di dalam pusat data dapat saling berkomunikasi. Dengan mengakuisisi tim yang telah memecahkan masalah tautan optik antarsatelit untuk Starlink, SpaceX kini memiliki keahlian internal untuk masalah yang selama ini di-outsource ke pemasok seperti Broadcom dan Coherent.
Lebih jauh lagi, akuisisi Mesh Optical selaras dengan visi jangka panjang SpaceX yang dipaparkan saat IPO, yakni membangun infrastruktur komputasi di luar angkasa. Perusahaan berencana meluncurkan hingga satu juta satelit ke orbit rendah Bumi untuk menyediakan kemampuan komputasi AI. Jaringan pusat data luar angkasa masa depan yang diberi nama Starmind ini diperkirakan akan sangat bergantung pada teknologi komunikasi laser antarsatelit—teknologi yang dikuasai oleh para pendiri Mesh. Dengan kata lain, teknologi yang saat ini dikembangkan untuk pusat data di Bumi pada akhirnya dapat diterapkan di luar angkasa.
Akuisisi ini juga merupakan bagian dari gelombang akuisisi yang dilakukan SpaceX pasca-IPO, menyusul pembelian startup AI programming Cursor sebelumnya. Meskipun detail finansial akuisisi tidak diungkapkan, persetujuan cepat dari FTC menunjukkan bahwa transaksi ini dianggap tidak mengancam persaingan pasar. SpaceX sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai akuisisi ini, sementara Mesh Optical juga belum menanggapi permintaan komentar dari berbagai media.
Ke depan, akuisisi Mesh Optical Technologies dapat menjadi tonggak penting dalam evolusi SpaceX dari perusahaan peluncuran antariksa menjadi raksasa komputasi AI global. Jika teknologi transceiver optik Mesh berhasil diintegrasikan ke pusat data SpaceX, perusahaan tidak hanya akan meningkatkan efisiensi komputasi internalnya, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai penyedia kapasitas komputasi bagi klien-klien besar seperti Anthropic dan Google. Lebih ambisius lagi, jika visi Starmind terwujud, teknologi optik yang dikembangkan oleh para mantan insinyur Starlink ini akan menjadi tulang punggung infrastruktur komputasi orbital pertama di dunia—sebuah lompatan yang akan mengubah tidak hanya cara data diproses, tetapi juga cara manusia memandang batas antara komputasi terrestrial dan ekstraterestrial. Bagi industri semikonduktor dan optik, akuisisi ini juga mengirim sinyal bahwa raksasa teknologi semakin serius mengamankan rantai pasok komponen kritis untuk era AI, dan persaingan di bidang interkoneksi optik akan semakin memanas.
