Juli 18, 2026

Dua Topan “Mekkhala” dan “Higos” Ancam Jepang, Evakuasi Massal dan Penerbangan Dibatalkan

Kyodo_JP

Jepang bersiap menghadapi ancaman ganda pada akhir pekan ini, dengan dua badai tropis, Mekkhala dan Higos, yang diperkirakan akan melanda secara bersamaan.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan darurat pada Jumat (26/6/2026) di tengah hujan lebat yang telah mengguyur wilayah barat dan timur negara itu. Keadaan ini memicu evakuasi massal, pembatalan ratusan penerbangan, dan penghentian operasi di sejumlah pabrik.

Ancaman Ganda dan “Efek Fujiwhara”

Badai tropis Mekkhala, yang sebelumnya merupakan topan, terpantau mendekati wilayah Amami di Prefektur Kagoshima pada Jumat dan diperkirakan akan bergerak menuju wilayah Kanto pada Sabtu (27/6). Pada waktu yang hampir bersamaan, Badai Tropis Higos juga diperkirakan akan mendekati Jepang bagian timur dan berpotensi mendarat.

Kedua badai ini diperkirakan akan bertemu, yang berpotensi memicu fenomena atmosfer langka yang dikenal sebagai Efek Fujiwhara. Efek ini terjadi ketika dua siklon berputar mengelilingi satu sama lain, membuat pergerakan dan kekuatan badai menjadi lebih sulit diprediksi. Kombinasi ini, bersama dengan front hujan musiman, dikhawatirkan akan secara signifikan meningkatkan curah hujan di sebagian besar wilayah Jepang.

Evakuasi Massal dan Kerusakan

Hingga Jumat pagi, lebih dari dua juta warga di 13 prefektur di wilayah Kinki dan Kyushu telah menerima perintah evakuasi. Di Kota Seika, Prefektur Kyoto, peringatan darurat Level 5 bahkan telah diberlakukan setelah terjadinya tanah longsor.

Curah hujan ekstrem telah melanda berbagai wilayah. Badan cuaca mencatat curah hujan kumulatif di Goto, Prefektur Nagasaki, mencapai 600 milimeter sejak Selasa (23/6) hingga Jumat pagi. Di Aso (Prefektur Kumamoto) dan Ureshino (Prefektur Saga), curah hujan juga telah melampaui 500 mm.

Akibatnya, lebih dari 30 rumah dilaporkan terendam banjir di Nara dan Hiroshima. Seorang pria dilaporkan terluka setelah jatuh ke saluran air di Nara. Rekaman dari stasiun televisi NHK memperlihatkan sungai-sungai di Kyoto dan Osaka meluap dengan arus deras berlumpur.

Gangguan Transportasi dan Industri

Ancaman badai ini telah melumpuhkan sektor transportasi. Maskapai penerbangan Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) membatalkan total sekitar 120 penerbangan ke dan dari wilayah selatan Okinawa dan Kagoshima.

Di sektor industri, produsen mobil Toyota menangguhkan operasi di pabriknya di Kyushu karena penutupan jalan akibat hujan lebat. Nissan juga berencana menghentikan beberapa jalur produksinya. Militer Jepang bahkan membatalkan penerbangan perdana pesawat angkut V-22 Osprey ke Pulau Miyako yang merupakan bagian dari latihan gabungan dengan Amerika Serikat.

Dampak di Taiwan

Sebelum mengancam Jepang, Topan Mekkhala telah menerjang Taiwan, memicu hujan lebat, banjir, dan tanah longsor. Sedikitnya dua orang tewas, termasuk seorang wanita berusia 73 tahun yang terseret banjir di Kaohsiung. Lebih dari 1.600 orang dievakuasi, dan sekolah serta perkantoran di sejumlah wilayah ditutup.

Ancaman ganda dari dua badai tropis ini merupakan ujian berat bagi sistem kesiapsiagaan bencana Jepang. Potensi efek Fujiwhara dan curah hujan ekstrem yang diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga Sabtu (27/6) membuat situasi tetap sangat dinamis dan berbahaya. Masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak, termasuk Okinawa dan Jepang bagian timur, diimbau untuk terus waspada terhadap potensi badai kuat, banjir, dan tanah longsor. Pihak berwenang terus memantau situasi dan menyerukan evakuasi dini untuk menyelamatkan jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *