Juli 24, 2026

Kasus Kematian Brigadir EWS Memasuki Babak Baru, Satu Saksi Diborgol Usai Diperiksa di Polda Jambi

IMG_20260724_011110

Kasus kematian Brigadir EWS, anggota Polres Tanjung Jabung Timur, kembali mencuat setelah penyidik Polda Jambi memeriksa empat orang saksi pada Rabu (22/7/2026) malam. Keempat saksi diboyong dari Polres Tanjabtim ke Polda Jambi menggunakan mobil tahanan. Setibanya di Mapolda Jambi sekitar pukul 20.45 WIB, mereka langsung digiring ke Gedung Subdit Provos. Tak lama kemudian, satu orang saksi terlihat diborgol dan dibawa ke Rumah Tahanan Polda Jambi, sementara tiga lainnya masih bertahan di ruang Provos.

Polda Jambi masih belum memberikan keterangan resmi mengenai status hukum keempat saksi tersebut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi Kombes Pol Jimmy Christian Samma menyatakan bahwa pemeriksaan saat ini ditangani oleh Propam dan pihaknya akan segera menggelar perkara untuk memperjelas penyebab tewasnya Brigadir EWS. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji juga menyebut masih menunggu hasil pemeriksaan dari Propam dan Ditreskrimum.

Peristiwa ini berawal dari penemuan Brigadir EWS yang tewas di sebuah rumah kos di Desa Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjabtim, pada Sabtu (18/7/2026) dini hari. Saat itu, korban diduga sedang mengonsumsi minuman keras bersama empat rekannya sesama anggota Polri. Kapolres Tanjabtim AKBP Ade Candra menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, korban terjatuh dan mengeluarkan busa sebelum dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal. Hasil visum menemukan luka di pelipis, memar di pipi, serta lecet di tangan dan kaki.

Sejak awal, kasus ini telah menjadi perhatian Kapolda Jambi dan penanganannya diambil alih oleh Ditreskrimum Polda Jambi. Lima anggota polisi yang berada bersama korban saat kejadian juga telah diamankan untuk dimintai keterangan. Kini, setelah empat saksi diperiksa dan salah satunya ditahan, publik menantikan penjelasan resmi dari Polda Jambi, termasuk kemungkinan penetapan tersangka dalam kasus yang masih menyimpan banyak tanda tanya ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *