Agustus 24, 2026

Progres Tol Jogja-Solo Capai 87 Persen, Ruas Trihanggo-Junction Ditargetkan Rampung Agustus 2026

IMG_20260801_012659

Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 ruas Trihanggo-Junction di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terus menunjukkan perkembangan dengan progres konstruksi mencapai 87 persen hingga akhir Juli 2026 . Penyelesaian akses ramp on dan ramp off ditargetkan tuntas pada Agustus 2026 agar ruas tersebut siap difungsikan .

Proyek ini menjadi tonggak baru bagi infrastruktur di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasalnya, ruas Trihanggo-Junction Sleman akan menjadi jalan tol layang (elevated) pertama di Yogyakarta, dengan perpaduan konstruksi melayang dan at grade atau berada di atas permukaan tanah . Selama ini, jalan tol di Yogyakarta baru dibangun dengan konstruksi at grade, sehingga kehadiran tol melayang di Ring Road Sleman menjadi terobosan baru .

Selain menuntaskan pekerjaan di kawasan Ring Road Trihanggo, kontraktor juga menargetkan jalur bebas hambatan tersebut dapat tersambung penuh hingga perbatasan Tol Jogja-Bawen pada Agustus 2026 . Saat ini, pengerjaan masih difokuskan pada penyelesaian ramp on dan ramp off yang berfungsi sebagai akses keluar dan masuk tol, serta pengecoran rigid pavement dan pengaspalan di jalur utama .

Perkembangan lain yang telah dicapai ialah tersambungnya ruas Trihanggo hingga Junction Sleman secara fisik dengan Jalan Tol Jogja-Bawen Paket 1. Ruas Tol Jogja-Bawen Paket 1 membentang dari Junction Sleman hingga Banyurejo sepanjang 8,8 kilometer, sementara ruas Trihanggo-Junction Sleman pada Paket 2.2 memiliki panjang 3,2 kilometer . Dengan tersambungnya kedua ruas ini, konektivitas antarwilayah di DIY dan Jawa Tengah akan semakin terintegrasi.

Desain gerbang tol ruas Trihanggo juga mengusung kearifan lokal dengan menampilkan atap berbentuk siluet situs Keraton Ratu Boko . Elemen budaya ini menjadi ciri khas yang membedakan gerbang tol ini dengan gerbang tol pada umumnya. Saat ini, rangka siluet candi masih dirakit sebelum nantinya dipasang di atas struktur gantry gerbang tol .

Secara keseluruhan, pembangunan Tol Jogja-Solo merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas, mendukung mobilitas masyarakat, serta memperlancar distribusi logistik di wilayah selatan Pulau Jawa . Dengan rampungnya ruas Trihanggo-Junction pada Agustus 2026, akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur diharapkan semakin lancar dan efisien .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *