Karhutla Jadi Perhatian Nasional, Kejati Jambi Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi, Sugeng Hariadi, SH., MH., bersama jajaran mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan secara virtual, Senin (10/8/2026). Rakor yang berlangsung dari Ruang Vicon Kejati Jambi tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.
Kegiatan turut diikuti Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Kepala BNPB, Kepala BMKG, serta unsur TNI dan Polri. Rakor diikuti 11 provinsi dan 36 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap Karhutla. Provinsi Jambi menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian serius dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa risiko Karhutla masih tinggi, seiring prediksi fenomena El Nino hingga September 2026. Karhutla dinilai dapat berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat, kualitas udara, lingkungan, hingga stabilitas sosial dan ekonomi. Pemerintah mendorong penguatan pencegahan dini, kesiapsiagaan pemadaman, pengawasan wilayah rawan, serta penegakan hukum secara terpadu di seluruh daerah rawan.
Menko Polkam menekankan pentingnya langkah pencegahan dan kesiapsiagaan yang dilakukan sejak dini, serta meminta agar penanganan karhutla tidak sekadar responsif atau menunggu keadaan darurat. Seluruh pihak diminta meninggalkan ego sektoral dan menyatukan kekuatan sejak upaya deteksi hingga penegakan hukum.
Kejati Jambi menegaskan komitmennya mendukung upaya pencegahan dan penanganan Karhutla. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan tegas terhadap setiap pihak yang terbukti melakukan perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum dalam penanganan Karhutla di Provinsi Jambi.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama pada musim kemarau dan kondisi El Nino yang meningkatkan risiko kebakaran. Sinergi antara aparat penegak hukum, pengelola taman nasional, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga kelestarian alam dan mencegah bencana karhutla. Mari kita bersama-sama melindungi lingkungan dari ancaman kebakaran demi kesehatan dan masa depan yang lebih baik.
