September 1, 2026

China Catat 23,68 Juta Charging Point EV per Juli 2026, Jadi Jaringan Terbesar Dunia

IMG-20260828-WA0042

Infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di China terus menunjukkan ekspansi yang signifikan. Hingga akhir Juli 2026, total charging point di negara tersebut mencapai 23,68 juta unit, meningkat 41,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya .

Data ini dirilis oleh Administrasi Energi Nasional (National Energy Administration) China pada Senin (24/8) . Pertumbuhan yang pesat ini menjadikan China sebagai pemilik jaringan pengisian daya EV terbesar di dunia .

Rincian Jumlah Charging Point

Berdasarkan data yang dirilis, total 23,68 juta charging point tersebut terdiri dari dua kategori utama :

· Charging Point Publik: Berjumlah 5,1 juta unit (atau tepatnya 509,9 ribu unit jika dalam satuan “ribu” dalam data mentah menunjukkan 5.099.000), dengan total daya terpasang mencapai 25,5 juta kilowatt. Rata-rata daya per unit mencapai sekitar 49,97 kilowatt .
· Charging Point Privat: Mencapai 18,58 juta unit, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 48,8 persen secara tahunan. Total kapasitas listrik yang terpasang untuk charging point privat ini mencapai 160 juta kilovolt-ampere .

Pertumbuhan infrastruktur pengisian daya ini menjadi kunci untuk mengatasi “kecemasan jarak tempuh” (range anxiety) yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama adopsi kendaraan listrik. Dengan lebih dari 23 juta titik pengisian, akses untuk mengisi daya menjadi jauh lebih mudah dan merata .

Dampak dan Dukungan Kebijakan

Dominasi China di sektor EV tidak terlepas dari investasi jangka panjang dan dukungan kebijakan yang kuat. Pemerintah China telah mengalokasikan dana besar-besaran untuk membangun ekosistem EV yang mandiri, termasuk infrastruktur, manufaktur, dan riset. Pada 2009, China meluncurkan program percontohan untuk mensubsidi pembelian kendaraan energi baru (NEV) di 13 kota, yang kemudian berkembang menjadi program nasional .

Hasilnya, China kini memproduksi hampir 75 persen dari seluruh EV di dunia . Dengan ekosistem yang matang dan harga yang kompetitif, penetrasi EV di pasar domestik terus meningkat. Sekitar 55 persen dari seluruh mobil baru yang terjual di China pada tahun lalu merupakan kendaraan listrik .

Pencapaian ini menunjukkan bahwa transformasi energi dan transportasi China berjalan dengan pesat. Dengan infrastruktur pengisian daya yang terus berkembang, transisi menuju kendaraan listrik di negara tersebut diperkirakan akan semakin cepat di tahun-tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *