September 1, 2026

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Berlayar Menuju Indonesia, Berganti Nama KRI Gajah Mada

IMG-20260828-WA0034

Mantan kapal induk Angkatan Laut Italia, Giuseppe Garibaldi, telah memulai perjalanan terakhirnya menuju Indonesia. Kapal tersebut secara resmi meninggalkan pangkalan angkatan laut di Taranto, Italia, pada Senin (24/8) malam waktu setempat. Keberangkatan ini menandai akhir dari lebih dari empat dekade pengabdian kapal di bawah bendera Italia sekaligus awal dari babak baru sebagai aset strategis TNI Angkatan Laut (TNI AL).

Setibanya di Indonesia, kapal ini akan resmi berganti nama menjadi KRI Gajah Mada. Nama ini dipilih langsung oleh Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali dan akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Perjalanan dan Jadwal Kedatangan

Kapal menempuh perjalanan lebih dari 20 hari dengan melintasi Terusan Suez dan Laut Merah. Selama pelayaran, kapal masih bernama ITS Giuseppe Garibaldi dan masih menggunakan bendera Italia.

Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa KRI Gajah Mada dijadwalkan tiba di Indonesia antara 15 hingga 20 September 2026. Selama perjalanan, kapal akan dikawal oleh fregat-fregat Italia.

Prosesi Pengukuhan dan Debut

Prosesi pengukuhan dan pergantian bendera direncanakan berlangsung pada 25 September 2026 di Jakarta. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung di atas kapal untuk meresmikan KRI Gajah Mada.

Setelah proses serah terima, kapal akan menuju pangkalan induknya di Lampung yang sudah mencapai 76 persen penyelesaian. Kapal ini dijadwalkan tampil perdana dalam parade lintas laut pada perayaan Hari Ulang Tahun TNI ke-81 pada 5 Oktober 2026.

Peran dan Kesiapan Strategis

KRI Gajah Mada akan menjadi kapal induk pertama dalam sejarah Indonesia. Kapal ini diarahkan untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang seperti bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam.

Kapal memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam. Bobotnya diperkirakan sekitar 13,8 ribu ton dan mampu menampung sekitar 600 kru inti kapal.

TNI AL telah mengirimkan 100 personel ke Italia untuk menjalani pelatihan operasional kapal. Ke depan, kapal ini juga dapat digunakan untuk mengoperasikan helikopter TNI AL, TNI AU, maupun TNI AD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *