September 1, 2026

PT Berdikari dan Koperasi LPER Teken MoU 5.000 Ton SBM, BUMN Perkuat Ekosistem Peternakan Rakyat

IMG-20260828-WA0053

Penyaluran perdana 5.000 ton Soybean Meal (SBM) ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Berdikari dan Koperasi Produsen LPER di Jakarta pada 18 Agustus 2026 . Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Perunggasan Nasional di Surabaya yang bertujuan menekan biaya pakan yang selama ini menjadi beban utama peternak rakyat.

Direktur Operasional PT Berdikari, Agung Aulia, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pengadaan bahan baku biasa, melainkan fondasi untuk membangun tata kelola ekosistem peternakan ayam ras yang terintegrasi dan berkeadilan . Pemerintah dan PT Berdikari sengaja menggunakan skema konsolidasi melalui koperasi untuk memperkuat posisi tawar peternak rakyat.

70 Persen Biaya Produksi untuk Pakan

Koperasi LPER saat ini menaungi 5.012 peternak ayam layer dan broiler mandiri yang tersebar di 17 provinsi, dengan total populasi ayam ras mencapai sekitar 25 juta ekor . Ketua Umum Koperasi LPER, H. Mulyadi Atma, menyatakan bahwa selama ini sekitar 70 persen biaya produksi peternakan terserap untuk kebutuhan pakan .

“Ini bukti nyata negara tidak meninggalkan peternak rakyat. Dengan SBM 5.000 ton di awal ini, kami optimistis harga pokok produksi telur dan ayam bisa ditekan dan peternak bisa bangkit kembali,” ujar Mulyadi .

Peran Strategis Koperasi dan BUMN

Direktur Pakan Kementerian Pertanian, Tri Melasari, menjelaskan bahwa pengadaan kolektif lewat koperasi membuat kebutuhan bahan baku lebih terencana dan memangkas inefisiensi rantai pasok. Koperasi LPER akan berperan sebagai pusat konsolidasi kebutuhan dan distribusi SBM bagi anggota peternak .

PT Berdikari menegaskan komitmennya untuk mendukung pemenuhan bahan baku pakan sekaligus menjalankan peran sebagai off-taker dalam membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi .

“Kami berkomitmen mengawali dari 5.000 ton ini. Target kami adalah membangun ekosistem peternakan ayam ras yang terintegrasi dan berkeadilan,” kata Direktur Utama PT Berdikari .

Kuota 30.000 Ton dan Keberlanjutan

Penyediaan kuota 30.000 ton SBM oleh PT Berdikari menjadi sinyal kuat bahwa intervensi pemerintah tidak hanya bersifat jangka pendek . Saat ini, sisa kuota pasokan SBM sedang dalam proses pengajuan oleh berbagai koperasi peternak lainnya di berbagai daerah.

Pola sinergi antara pemerintah sebagai fasilitator, BUMN sebagai penyedia pasokan, dan koperasi sebagai konsolidator ini diharapkan mampu memberikan kepastian usaha yang berkelanjutan bagi peternak rakyat di masa depan . Dengan rantai pasok yang lebih pendek, peternak diharapkan tidak lagi bergantung pada tengkulak dan dapat meningkatkan produktivitas usaha peternakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *