September 1, 2026

Komisi IX DPR Tinjau Korban Gempa NTT, Dorong Insentif Tenaga Kesehatan

IMG-20260828-WA0007

Di tengah duka pascagempa, warga NTT tidak sendiri. Komisi IX DPR RI hadir langsung untuk mendengar cerita dan kebutuhan warga, sekaligus memastikan layanan kesehatan tetap berjalan. Bukan sekadar melihat kondisi, tapi hadir untuk mendengar, membantu, dan mengawal agar masyarakat bisa perlahan bangkit kembali.

Komisi IX mendorong pemerintah menyiapkan insentif bagi para tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban terdampak bencana sekaligus menjalankan pelayanan kesehatan di lokasi bencana . Menurut Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh, insentif tersebut bukan sekadar persoalan finansial, tetapi juga bentuk penghargaan atas dedikasi tenaga kesehatan yang tetap bekerja dalam situasi sulit .

“Saya kira insentif buat para nakes yang menjadi korban gempa ini penting dan harus diperjuangkan. Mereka, di satu sisi, harus tetap melayani; di sisi yang lain, juga menjadi korban,” kata Ninik, sapaan akrab Nihayatul Wafiroh .

Ninik juga mendorong agar pemerintah tidak hanya berfokus menghadirkan dokter spesialis di lokasi bencana, tetapi juga memperhatikan kebutuhan terhadap tenaga perawat. Menurutnya, bantuan bisa diambil dari politeknik kesehatan yang ada agar perawat di lokasi bencana memiliki waktu untuk beristirahat dan tidak mengalami kelelahan (burnout) .

Kebutuhan tambahan tenaga perawat menjadi semakin bernilai penting, karena sebagian tenaga kesehatan di lokasi bencana juga merupakan korban gempa . Komisi IX juga meminta pemerintah daerah segera melakukan pendataan terhadap rumah tenaga medis dan tenaga kesehatan yang mengalami kerusakan akibat gempa agar bisa segera mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah pusat .

Ninik bersama sejumlah pimpinan dan anggota Komisi IX DPR RI meninjau langsung kondisi fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga puskesmas pembantu di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, usai dilanda gempa bumi . Dalam kunjungan pada 21-22 Agustus itu, rombongan Komisi IX DPR juga membawa bantuan yang seluruhnya berasal dari dana pribadi anggota Komisi IX DPR RI .

Salah satu fasilitas yang ditinjau adalah Puskesmas Bangka Kenda yang mengalami kerusakan parah akibat gempa. “Di Puskesmas Bangka Kenda ini juga parah banget, efek gempa membuatnya tidak lagi bisa dipakai, lantai goyang, tembok runtuh, bahkan kami tidak bisa masuk. Lokasinya di atas gunung. Dan kami sudah meminta Kemenkes untuk tidak merenovasi, tapi merelokasi ke tempat aman,” pungkas Ninik .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *