Pokhara: Kota Danau di Kaki Himalaya yang Selamat dari Banjir Bandang, Namun Jadi Tempat Penampungan Jenazah
Di tengah duka bencana banjir bandang yang melanda Nepal pada 26 Agustus 2026, satu kota justru menarik perhatian karena selamat dari terjangan air bah, tetapi menjadi lokasi penampungan jenazah korban yang hanyut. Kota itu adalah Pokhara, destinasi wisata favorit para pelancong dunia.
Di Mana Letak Pokhara?
Pokhara adalah kota terbesar kedua di Nepal setelah ibu kota Kathmandu. Kota ini terletak di Lembah Pokhara, di kaki selatan pegunungan Himalaya, dengan ketinggian sekitar 884 meter di atas permukaan laut.
Jarak Pokhara dari Kathmandu sekitar 200 kilometer ke arah barat. Perjalanan darat memakan waktu 6 hingga 10 jam, sementara penerbangan hanya sekitar 25 menit.
Seberapa Jauh dari Lokasi Bencana?
Banjir bandang dipicu oleh runtuhnya gletser di hulu Sungai Bhote Koshi, dekat perbatasan Nepal-Tibet. Jarak Pokhara dari pusat bencana bervariasi tergantung wilayah:
· Distrik Rasuwa (lokasi awal bencana): sekitar 230 kilometer
· Distrik Nuwakot dan Dhading (zona terdampak parah): sekitar 100-120 kilometer
· Distrik Chitwan (hilir terjauh): sekitar 70-80 kilometer
Meskipun berjarak relatif dekat dari zona bencana, Pokhara sendiri tidak terdampak langsung oleh banjir bandang.
Mengapa Pokhara Selamat?
Beberapa faktor membuat Pokhara relatif aman:
· Posisi Geografis: Terletak di lembah yang lebih tinggi dan tidak berada di aliran utama Sungai Bhote Koshi yang menjadi jalur banjir.
· Sistem Sungai yang Berbeda: Sungai yang melintasi Pokhara (Seti River) tidak terhubung langsung dengan hulu tempat gletser runtuh.
Dampak Tidak Langsung bagi Pokhara
Meskipun selamat dari banjir, Pokhara justru menjadi salah satu titik penampungan jenazah yang paling terbeban. Jenazah korban yang hanyut hingga ke hilir dibawa ke Pokhara setelah kamar mayat di distrik-distrik lain penuh.
· 93 jenazah dibawa ke Pokhara dari Tanahun, Gorkha, Nawalparasi Timur, dan Dhading
· Kapasitas kamar mayat di seluruh Kaski hanya 88 jenazah
· Jenazah disimpan pada suhu 2-6 derajat Celsius, tetapi hanya bertahan 10-14 hari
· Pokhara tidak memiliki fasilitas penyimpanan suhu di bawah nol derajat untuk penyimpanan jangka panjang
Pesona Wisata Pokhara
Di balik tragedi, Pokhara tetap menyimpan pesona alam yang memukau. Kota ini dikenal sebagai “Nepal’s Tourism Capital” atau ibu kota pariwisata Nepal, dengan julukan “Swiss-nya Timur”.
Danau Phewa (Phewa Lake) adalah ikon utama kota ini, danau terbesar kedua di Nepal. Dari tepi danau, pemandangan Gunung Machhapuchhare (Puncak Ikan) yang menjulang setinggi 6.993 meter menjadi latar yang sempurna.
Pokhara juga merupakan basecamp utama bagi para pendaki yang ingin menjelajahi jalur Annapurna Circuit. Di dalam radius 30 mil (48 km) dari kota, terdapat tiga dari sepuluh gunung tertinggi di dunia: Dhaulagiri, Annapurna, dan Manaslu.
Aktivitas wisata yang populer di Pokhara antara lain:
· Paralayang (paragliding)
· Naik perahu di Danau Phewa
· Mendaki ke World Peace Pagoda (stupa perdamaian)
· Menikmati matahari terbit dari Sarangkot (bukit pandang)
· Menjelajahi gua dan air terjun
Kehidupan dan Ekonomi
Dengan populasi sekitar 513.504 jiwa (sensus 2021), Pokhara adalah pusat ekonomi yang dinamis. Pariwisata, jasa, dan manufaktur menyumbang sekitar 58 persen dari perekonomian kota. Kiriman uang dari pekerja migran (remitansi) menyumbang 20 persen, sementara pertanian sekitar 16 persen.
Kota ini memiliki Bandara Internasional Pokhara yang melayani penerbangan domestik dan internasional. Sejak 2025, telah ada rute penerbangan langsung dari Lhasa, Tibet.
Kesimpulan
Pokhara adalah kota yang selamat dari bencana, tetapi tidak luput dari duka. Di balik keindahan danau dan Himalaya, kota ini menjadi saksi bisu tragedi kemanusiaan, sekaligus menjadi simbol ketangguhan Nepal dalam menghadapi bencana.
