Pengungsi Sudan Mulai Kembali ke Khartoum di Tengah Konflik yang Masih Berkecamuk
Sekelompok warga Sudan yang sebelumnya mengungsi ke Mesir akibat konflik bersenjata di negara mereka, dilaporkan telah kembali ke ibu kota Khartoum pada Rabu (26/8/2026) . Pemulangan ini dilakukan melalui program pemulangan sukarela .
Pemulangan Sukarela Tahap Awal
Sebanyak 19 bus tiba di Khartoum setelah menempuh perjalanan darat lebih dari dua hari . Para keluarga berkumpul di terminal bus untuk menyambut kedatangan kerabat mereka . Menurut Komite Pemulangan Sukarela Umut, proses pemulangan bagi warga Sudan di Mesir yang ingin kembali ke tanah air akan terus berlanjut dalam beberapa hari mendatang .
Jutaan Orang Mengungsi Akibat Konflik
Konflik antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) yang meletus pada April 2023 telah menyebabkan krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Pertempuran telah menewaskan puluhan ribu orang, dengan beberapa perkiraan menyebut angka korban jiwa bisa mencapai lebih dari 200.000 jiwa . Sekitar 13 juta orang telah terusir dari tempat tinggal mereka, dan sebagian besar wilayah Sudan dilanda kelaparan .
Lebih dari 30 juta orang saat ini membutuhkan bantuan kemanusiaan . Banyak warga Sudan yang mengungsi ke negara tetangga, termasuk Mesir, yang menjadi salah satu tujuan utama para pengungsi .
Konflik Masuk Fase Baru
Perang antara SAF dan RSF telah memasuki fase baru yang lebih mematikan, yang tidak hanya ditandai oleh pertempuran darat tetapi juga oleh penggunaan drone secara sistematis . Penggunaan drone ini telah mengubah konflik secara dramatis dan meningkatkan risiko bagi warga sipil .
Meskipun ada upaya pemulangan sukarela, situasi keamanan di Sudan masih sangat tidak stabil. Organisasi kemanusiaan internasional terus menyerukan gencatan senjata dan akses kemanusiaan yang lebih luas untuk membantu jutaan warga yang terdampak konflik. Program pemulangan sukarela ini menjadi secercah harapan bagi sebagian warga yang ingin kembali ke tanah air, namun tantangan besar masih membayangi masa depan Sudan.
