September 1, 2026

Korban Tewas Ebola di Kongo Tembus 2.800, Jumlah Kasus Melonjak ke Enam Provinsi

IMG-20260831-WA0007

Jumlah korban tewas akibat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (Kongo) telah melampaui 2.800 orang seiring penyebaran infeksi yang terus meluas ke enam provinsi, menurut angka terbaru dari otoritas kesehatan setempat pada Minggu (30/8/2026).

Kementerian Kesehatan Kongo mencatat sebanyak 5.945 kasus konfirmasi telah tercatat sejak wabah pertama kali diumumkan pada pertengahan Mei. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 1.327 orang dinyatakan sembuh, sementara 896 pasien konfirmasi lainnya saat ini masih dirawat di rumah sakit atau menjalani isolasi.

Penyebaran ke Enam Provinsi

Wabah yang disebabkan oleh strain virus Bundibugyo ini telah mencapai 60 zona kesehatan yang tersebar di enam provinsi, yaitu Haut-Uele, Ituri, Kivu Utara, Kivu Selatan, Bas-Uele, dan Tshopo. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa virus Ebola strain Bundibugyo terus berevolusi dengan cepat di negara tersebut dan terjadi penularan yang berkelanjutan.

WHO juga menyoroti peningkatan infeksi dan perluasan sebaran geografis selama tiga bulan terakhir sebagai “peningkatan substansial” dalam skala wabah.

Upaya Penanganan dan Vaksinasi

Pekan lalu, otoritas Kongo meluncurkan kampanye vaksinasi Ebola yang menargetkan tenaga kesehatan dan pekerja di garis depan sebagai bagian dari upaya intensif untuk menekan penularan.

Richard Kitenge, seorang dokter yang terlibat dalam respons penanganan, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam upaya pengendalian wabah. “Kami tidak akan menggunakan sihir untuk mengalahkan Ebola. Ini melalui dukungan dan keterlibatan masyarakat,” ujar Kitenge kepada wartawan di Ituri.

Ia mendesak masyarakat untuk mengikuti langkah-langkah pencegahan, bekerja sama dengan tim respons, dan tidak menyembunyikan kasus yang diduga terinfeksi. Pelaporan dini, menurutnya, memungkinkan otoritas untuk melacak kontak dan melakukan intervensi dengan cepat.

Dengan jumlah kasus yang terus meningkat dan penyebaran yang semakin luas, penanganan wabah Ebola di Kongo masih menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan setempat dan komunitas internasional. Upaya vaksinasi dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menekan laju penularan serta mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *