Aliansi Marcos-Duterte Retak, DPR Filipina Loloskan Pemakzulan Sara Duterte
Ininih.com – DPR Filipina secara resmi menyetujui RUU pemakzulan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte-Carpio pada Selasa, 12 Mei 2026. Sebanyak 255 anggota parlemen memberikan suara setuju, jauh melampaui ambang batas sepertiga dari total 316 kursi yang dibutuhkan. Berkas pemakzulan kini diserahkan ke Senat yang akan bertindak sebagai pengadilan — dan nasib Sara Duterte ditentukan oleh 24 senator di ruang sidang yang berbeda.
Romualdez Pimpin Lolosnya Pemakzulan, Marcos Jr Diam
Proses pemakzulan ini tidak muncul tiba-tiba. Sejak 2023, dugaan penyalahgunaan dana rahasia sebesar 125 juta peso atau sekitar US$2,2 juta di Kantor Wakil Presiden mulai mencuat ke publik. Komite Kehakiman DPR kemudian menggelar serangkaian hearing tertutup sepanjang Maret hingga April 2026 sebelum menyatakan pengaduan memiliki substansi yang cukup pada 11 Mei lalu.
Yang menarik bukan hasil pemungutan suaranya — 255 berbanding 32 adalah kekalahan telak — tetapi siapa yang memimpinnya. Ketua DPR Martin Romualdez, sepupu kandung Presiden Ferdinand Marcos Jr., secara langsung menginisiasi dan mengonfirmasi lolosnya RUU ini. Sementara itu, Marcos Jr. tidak mengeluarkan satu pun pernyataan dukungan maupun penolakan sepanjang hari.
Diam Marcos Jr. adalah sinyal paling keras dalam politik Filipina hari ini.
Aliansi “UniTeam” yang memenangkan pemilu 2022 dengan menggabungkan kekuatan Marcos dan Duterte kini secara institusional mulai retak. Pemakzulan ini bukan sekadar proses hukum — ini adalah deklarasi perang dingin antara dua dinasti politik terkuat di Filipina.
Senat Jadi Penentu, Angka 16 yang Menentukan
Berkas pemakzulan kini berada di tangan Senat. Untuk mencopot Sara Duterte dari jabatan, dibutuhkan 16 dari 24 suara senator — dua pertiga dari total kursi. Presiden Senat Francis Escudero diperkirakan akan mengumumkan jadwal sidang dalam 7 hingga 14 hari ke depan.
Hitungan politiknya tidak mudah bagi kubu Marcos. Dari 24 senator, diperkirakan 6 hingga 8 senator masih berafiliasi dengan kubu Duterte. Jika angka itu bertahan, kubu Marcos perlu mengamankan hampir seluruh senator sisanya — sebuah tugas yang membutuhkan konsolidasi politik besar dalam waktu singkat.
Di luar gedung parlemen, dampak sudah mulai terasa. Indeks saham Filipina PSEi turun 1,1 persen pada sesi sore, peso melemah tipis 0,3 persen terhadap dolar AS. Investor asing mengambil posisi wait and see, menunggu kepastian dari proses Senat. Demonstrasi pendukung keluarga Duterte dilaporkan mulai muncul di Davao City, basis kekuatan politik keluarga tersebut selama puluhan tahun.
Implikasi Geopolitik di Balik Drama Dalam Negeri
Di permukaan, ini adalah krisis politik domestik Filipina. Tapi ada dimensi yang lebih besar. Sara Duterte dikenal mewarisi pendekatan ayahnya — lebih pragmatis terhadap China, lebih berjarak dari Washington. Marcos Jr. sebaliknya mempererat hubungan dengan AS, memperluas akses pangkalan militer Amerika melalui EDCA, dan mengambil posisi keras dalam sengketa Laut China Selatan termasuk insiden di Scarborough Shoal.
Jika Sara Duterte berhasil dicopot, Marcos Jr. akan menunjuk wakil presiden baru dengan persetujuan DPR dan Senat — yang hampir pasti akan memperkuat arah kebijakan pro-Washington. Beijing memantau perkembangan ini dengan cermat. Kedutaan AS di Manila hanya menyatakan “menghormati proses demokrasi Filipina” tanpa komentar lebih jauh — respons yang, dalam bahasa diplomatik, bisa dibaca sebagai kepuasan diam-diam.
Filipina kini memasuki fase paling tidak pasti dalam satu dekade terakhir. Proses di Senat akan berlangsung di tengah tekanan ekonomi global akibat krisis Timur Tengah, ketegangan aktif di Laut China Selatan, dan sebuah aliansi politik yang dua tahun lalu tampak tak tergoyahkan — kini sedang diuji di ruang sidang yang sama.
