Juli 25, 2026

Bahrain Kecam Serangan Drone Iran yang Targetkan Sistem Navigasi Udara Sipil, Sebut Pelanggaran Kedaulatan

Drone-Iran-meluncur

Kementerian Luar Negeri Bahrain dengan tegas mengecam serangan drone Iran yang menargetkan sistem navigasi udara sipil di wilayah kerajaan tersebut. Otoritas Penerbangan Sipil Bahrain (CAA) mengonfirmasi bahwa sistem navigasi udara di Bahrain Flight Information Region (FIR) menjadi sasaran drone musuh Iran pada Senin (20/7), namun memastikan bahwa operasi penerbangan tidak terdampak dan tetap berjalan normal.

Kementerian Luar Negeri Bahrain menyatakan bahwa serangan ini merupakan “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan, keamanan, dan stabilitas Bahrain, ancaman langsung bagi warga sipil, serta pelanggaran terhadap hukum internasional, Piagam PBB, dan resolusi legitimasi internasional”. Kementerian juga mengecam keras serangan berulang Iran yang menyasar fasilitas sipil dan vital kerajaan dengan rudal dan drone.

Penargetan sistem navigasi udara sipil dinilai sebagai “ancaman serius bagi keselamatan penerbangan sipil internasional serta keselamatan penumpang dan awak pesawat”. Serangan ini melanggar Konvensi Chicago tentang Penerbangan Sipil Internasional dan resolusi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Kementerian menganggap tindakan ini sebagai “pelanggaran berat terhadap norma dan perjanjian internasional yang melarang penargetan fasilitas sipil”.

Pasukan Pertahanan Bahrain (BDF) mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah serangan udara Iran pada hari yang sama. Komando Umum BDF menyatakan bahwa seluruh cabang dan unit militer berada dalam kesiapan tertinggi dan sepenuhnya siap untuk mempertahankan kerajaan.

Kementerian juga menekankan hak Bahrain untuk mengambil semua langkah sah untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan stabilitasnya, serta mempertahankan wilayah dan fasilitas vitalnya sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB dan hukum internasional. Bahrain kembali menyerukan kepada komunitas internasional dan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan tegas guna mengakhiri agresi Iran dan meminta pertanggungjawaban penuh Teheran di bawah hukum internasional.

Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang semakin memanas pasca-runtuhnya gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu. Iran telah melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS sebagai pembalasan atas serangan AS yang terus berlanjut di wilayah Iran. Kuwait juga melaporkan serangan rudal dan drone Iran pada hari yang sama, dengan sistem pertahanan udaranya dikerahkan untuk menghadapi serangan tersebut.

Kecaman keras Bahrain terhadap serangan drone Iran ini semakin memperkuat solidaritas negara-negara Teluk di tengah meningkatnya ketegangan regional. Dengan mengangkat isu ini ke forum internasional dan menyerukan tindakan tegas Dewan Keamanan PBB, Bahrain berupaya memaksa Iran mempertanggungjawabkan tindakannya yang dinilai mengancam keselamatan penerbangan sipil dan stabilitas kawasan. Langkah diplomasi ini diharapkan dapat memberikan tekanan internasional yang cukup untuk menghentikan eskalasi konflik yang telah mengganggu jalur pelayaran dan penerbangan di kawasan Teluk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *