September 1, 2026

Bentrok Suku Anak Dalam dan TNI di Perkebunan Sawit Sarolangun, 5 Personel Dikeroyok

IMG-20260830-WA0010

Kericuhan melibatkan sejumlah warga Suku Anak Dalam (SAD) dengan personel dari Yonif 896/Serumpun Pseko terjadi di kawasan perkebunan PT Sari Aditya Loka (SAL), Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden tersebut terekam dalam video amatir yang kemudian viral di media sosial.

Kronologi dan Pemicu

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian dipicu oleh ketegangan terkait pengambilan Tandan Buah Segar (TBS) dari kawasan inti perkebunan PT SAL. Sejumlah warga SAD kedapatan membawa TBS yang diduga diambil dari area operasional perusahaan. Personel TNI dari Yonif 896 yang sedang menjalankan tugas pengamanan di lokasi mencoba melakukan tindakan preventif dengan mengejar dan meminta agar TBS tersebut segera diserahkan. Situasi di lokasi memanas hingga terjadi adu mulut yang kemudian berujung pada bentrokan.

Camat Air Hitam, Fathur Rahman, membenarkan adanya informasi mengenai keributan tersebut. Informasi sementara menyebutkan keributan diduga dipicu oleh persoalan pengambilan video oleh seorang anggota TNI ketika warga SAD mengambil buah sawit.

Kronologi dari Pihak Desa

Kepala Desa Bukit Suban, M Ramli, membenarkan adanya video tersebut, namun mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi awal insiden karena sedang tidak berada di tempat kejadian. Ramli mengungkapkan bahwa ia baru menerima informasi setelah dihubungi pihak perusahaan sekitar pukul 12.15 WIB.

Ramli menambahkan bahwa gesekan antara warga SAD dan pihak PT SAL bukan pertama kali terjadi di kawasan tersebut. Sejak beberapa bulan terakhir, bentrokan antara warga SAD dan pihak safety security kerap terjadi. Pihak pemerintah desa sendiri telah berulang kali mengambil langkah edukatif guna mencegah gesekan.

Analisis Konflik Berulang

Konflik antara Suku Anak Dalam dan PT SAL di Sarolangun bukanlah hal baru. Pada April 2026, bentrokan serupa terjadi antara warga SAD dan pihak keamanan perusahaan, yang menyebabkan sejumlah korban luka dari kedua belah pihak. Saat itu, konflik dipicu oleh kesalahpahaman terkait dugaan pencurian TBS sawit.

Penanganan kasus bentrokan terbaru ini juga menuai kritik. Sebuah laporan menyebutkan bahwa penanganan kasus dinilai tidak menunjukkan kejelasan, dengan kekecewaan terhadap sikap Komandan Distrik Militer (Dandim) 0420/Sarko yang dianggap tidak mampu menyelesaikan persoalan yang menimpa anggotanya. Desakan pun muncul agar Dandim mundur jika tidak mampu mengatasi masalah ini.

Situasi Terkini

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi baik dari pihak internal Yonif 896/Serumpun Pseko maupun dari manajemen PT SAL terkait kronologi lengkap maupun langkah penanganan insiden tersebut. Situasi di kawasan tersebut dilaporkan sedang dalam proses pemantauan lebih lanjut guna memastikan ketertiban tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *