Erupsi Gunung Etna Berlangsung 8 Hari Berturut-turut, Bandara Catania Tutup
Gunung Etna di Sisilia, Italia, masih terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang spektakuler hingga delapan hari berturut-turut menjelang Ferragosto, hari libur musim panas terbesar di Italia. Lava mengalir dari lubang aktif ke dua lembah, aman dari pemukiman penduduk, namun abu vulkanik yang dihasilkan menyebabkan gangguan besar, terutama pada transportasi udara.
Bandara Catania tetap ditutup akibat abu vulkanik, menyebabkan pembatalan, pengalihan, dan gangguan besar pada salah satu periode perjalanan tersibuk di Sisilia. Bandara Palermo mengambil alih sebagian besar penerbangan yang dialihkan, namun tetap kewalahan menghadapi lonjakan penumpang dan pembatalan. Dampak ekonomi dirasakan di seluruh sektor pariwisata, termasuk hotel, restoran, operator tur, dan transportasi.
Penampakan lava yang memukau telah menarik wisatawan dan penduduk muda Sisilia yang ingin melihat lebih dekat aksi vulkanik ini. Namun, jumlah pengunjung yang besar membuat otoritas setempat memperketat pembatasan. Wali Kota Milo mengeluarkan peraturan yang membatasi akses ke area aliran lava, dengan akses terdekat yang diizinkan sekitar 4 kilometer dari lokasi. Gambar-gambar yang beredar diambil oleh pemandu profesional dan fotografer yang mengenal gunung berapi dan cara mendekatinya dengan aman.
Meskipun aktivitas intens seperti ini adalah bagian dari kehidupan dengan salah satu gunung berapi paling aktif di Eropa, delapan hari berturut-turut dengan tingkat aktivitas ini tidak biasa. Menurut ahli vulkanologi Boris Behncke, telah terjadi ledakan yang lebih lama dan lebih kuat dalam beberapa dekade terakhir. Jumlah abu memang cukup besar, tetapi emisi gasnya tidak berbahaya.
Bagi wisatawan yang berencana ke Sisilia, otoritas setempat mengimbau untuk tidak membatalkan perjalanan karena Etna, tetapi memeriksa status penerbangan dengan maskapai dan bersiap terhadap kemungkinan penundaan atau perubahan. Aktivitas Etna telah berlangsung selama ribuan tahun dan pada akhirnya akan mereda kembali. Masyarakat dan wisatawan diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan resmi demi keselamatan bersama.
