Agustus 24, 2026

Pengadilan Hungaria Tahan Sopir Bus Polandia dalam Kecelakaan yang Tewaskan 12 Peziarah

IMG-20260819-WA0104

Pengadilan Hungaria memerintahkan penahanan seorang sopir bus asal Polandia yang diduga tertidur saat mengemudi, menyebabkan kecelakaan yang menewaskan 12 orang dan melukai puluhan lainnya di timur Hungaria pada Minggu (16/8) dini hari. Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan lalu lintas paling mematikan di Hungaria dalam dua dekade terakhir.

Bus yang membawa 57 peziarah Polandia itu tergelincir ke dalam parit dan terguling di jalan tol M3 dekat kota Mezokeresztes sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Sebanyak 12 orang tewas di tempat kejadian atau setelah dilarikan ke rumah sakit, sementara tiga orang mengalami luka kritis dan 20 lainnya luka serius. Seorang penyintas menggambarkan peristiwa itu sebagai “mengerikan.”

Menurut penyelidikan awal, sopir diduga tidak mampu mengemudikan kendaraan dengan aman karena kelelahan dan tertidur. Polisi telah menahan sopir tersebut dan memeriksanya atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas dengan korban massal. Ia tidak memberikan pernyataan kepada polisi, sesuai haknya di bawah hukum Hungaria.

Di bawah hukum Hungaria, tersangka hanya dapat ditahan maksimal 72 jam tanpa perintah pengadilan. Jaksa kemudian meminta penahanan pra-persidangan karena ada kekhawatiran sopir akan melarikan diri atau mengganggu penyelidikan yang sedang berlangsung. Pengadilan Distrik Miskolc akhirnya memerintahkan penahanan sopir selama satu bulan. Jika terbukti bersalah atas kelalaian yang menyebabkan kecelakaan massal, ia terancam hukuman penjara dua hingga delapan tahun.

Bus tersebut sedang dalam perjalanan kembali ke Polandia dari sebuah tempat ziarah di Medjugorje, Bosnia dan Herzegovina, dan membawa sebagian besar penumpang dari wilayah Podkarpacie, Polandia selatan. Pemerintah Polandia mengirimkan pesawat khusus yang membawa tim medis dan pejabat untuk membantu penanganan korban dan evakuasi jenazah.

Peristiwa ini menjadi kecelakaan jalan raya paling mematikan di Hungaria sejak 2003 dan kembali menyoroti bahaya mengemudi dalam kondisi lelah, terutama dalam perjalanan jarak jauh. Otoritas transportasi di seluruh Eropa diharapkan dapat memperketat pengaturan jam kerja dan waktu istirahat bagi sopir bus untuk mencegah tragedi serupa terulang. Masyarakat dan keluarga korban berharap agar proses hukum berjalan adil dan memberikan keadilan bagi para korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *