Evaluator UNESCO Kagum, Batik Srikandi Jadi Bukti Geopark Dongkrak Ekonomi Warga
Dua evaluator UNESCO Global Geopark, Prof. Dr. Yongmun Jeon dari Korea Selatan dan Nicolas Klee dari Prancis, antusias saat mengunjungi Rumah Batik dan Eco Print Kelompok Srikandi di Desa Markeh, Kecamatan Renah Pembarap, Selasa (11/8). Kunjungan ini menjadi salah satu rangkaian revalidasi Geopark Merangin yang berlangsung pada 10-15 Agustus 2026.
Keduanya tidak hanya melihat koleksi batik cap dan tulis, tetapi juga mencoba langsung proses pembuatan batik hingga ecoprint. Suasana semakin meriah saat keduanya diminta menginjak kain ecoprint agar pigmen daun menempel. Alih-alih berjalan biasa, keduanya justru menginjak kain sambil menari sehingga mengundang tawa warga dan pengrajin. Yongmun Jeon juga tampak kagum saat melihat proses pengukusan kain ecoprint. Ia mengaku baru pertama kali melihat teknik tersebut.
Dalam kunjungan itu, Yongmun turut menanyakan dampak keberadaan Geopark Merangin terhadap perekonomian masyarakat. Pertanyaan ini menunjukkan perhatian evaluator terhadap aspek keberlanjutan ekonomi dari status geopark.
Pengelola Batik Srikandi, Meri Diastuti, mengatakan keberadaan geopark memberikan dampak nyata melalui tambahan pendapatan, pelatihan, hingga pendampingan pemasaran dari Geopark Merangin dan Universitas Jambi. “Sangat berdampak. Masyarakat yang terlibat mendapatkan tambahan pemasukan dari hasil penjualan batik ini,” ujar Meri.
Batik Srikandi kini juga menjadi pusat edukasi bagi PKK, Dekranasda, dan sekolah. Wisatawan mancanegara dari Thailand, Maroko hingga Jepang turut berkunjung, menunjukkan bahwa produk lokal ini telah mampu menarik perhatian pasar internasional. Sementara itu, Nicolas Klee mendorong promosi internasional melalui pertukaran budaya dengan geopark di negara lain, termasuk Thailand. “Bagaimana jika kelompok di sini melakukan pertukaran budaya atau studi banding ke geopark di Thailand?” usul Nicolas melalui penerjemah, Lukman dari Balai Bahasa Jambi.
Meri menyambut baik usulan tersebut dan berharap dapat difasilitasi Badan Pengelola Geopark Merangin. Keberhasilan Batik Srikandi menjadi contoh nyata bagaimana status geopark tidak hanya melindungi warisan geologi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat lokal. Sinergi antara pelestarian alam, budaya, dan pemberdayaan ekonomi menjadi kunci keberhasilan Geopark Merangin dalam memberikan manfaat berkelanjutan bagi warganya.
