IHSG dan Rupiah Tertekan, Awal Pekan Dibayangi Capital Outflow dan Risiko Global
Ininih.com –
JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah diprediksi akan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Senin (27/4/2026) ini. Tekanan yang berlangsung sejak pekan lalu diperkirakan berlanjut seiring masih derasnya aliran dana keluar (capital outflow) dan tingginya ketidakpastian global yang membebani pasar keuangan domestik.
IHSG Tertekan Asing, Area Psikologis 7.000 Diuji
Tepat seperti prediksi, IHSG diproyeksikan memulai pekan dengan sentimen negatif. Pada penutupan Jumat (24/4) lalu, indeks sudah ambruk 3,38% ke level 7.129,49, bahkan sempat menyentuh posisi terendahnya di 7.111. Penurunan mingguan mencapai 6,61%, menjadi yang terburuk dalam beberapa waktu terakhir.

Pemicu utamanya adalah aksi jili masif investor asing. Data perdagangan Jumat lalu mencatat net foreign sell mencapai Rp 3,01 triliun hanya dalam satu hari, dengan saham perbankan jumbo seperti BBCA (Rp 2,1 triliun) dan BMRI (Rp 655 miliar) menjadi korban utama. Akumulasi sepanjang 2026, dana asing yang kabur dari pasar modal RI sudah menembus Rp 39,49 triliun.
Analis memproyeksikan IHSG akan menguji level support krusial di kisaran 7.000–7.125. Jika jebol, potensi pelemahan berikutnya terbuka ke area 6.900–6.950. Sentimen yang membebani berasal dari ketegangan geopolitik Timur Tengah yang berkepanjangan serta ekspektasi suku bunga tinggi global yang membuat aset emerging markets seperti Indonesia kurang menarik.
Rupiah Melemah di Kisaran Rp17.220 – Rp17.260
Sementara itu, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah ke dalam rentang Rp 17.220 – Rp 17.260 per dolar AS. Proyeksi ini muncul meskipun rupiah sempat menguat tipis ke Rp17.229 pada akhir pekan lalu, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terlemah sepanjang masa di Rp17.310.
Analis Ibrahim Assuaibi menyatakan tekanan masih akan berlanjut seiring eskalasi konflik AS vs Iran yang belum mereda. Harapan akan perundingan damai di Pakistan kandas setelah Menteri Luar Negeri Iran pulang tanpa bertemu dengan utusan AS. Kondisi ini terus membayangi stabilitas nilai tukar dan harga komoditas energi.
Bank Indonesia (BI) dipastikan akan tetap aktif melakukan intervensi di pasar valas untuk menjaga stabilitas. Namun, faktor eksternal berupa penguatan dolar AS di tengah ketidakpastian global dinilai masih akan mendominasi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
ihsg-rupiah-tertekan-capital-outflow-risiko-global
ihsg hari ini, rupiah melemah, capital outflow indonesia, pasar saham ri, nilai tukar rupiah
IHSG dan rupiah diproyeksi masih tertekan akibat capital outflow dan ketidakpastian global, level 7.000 menjadi area krusial bagi pasar saham
