Kebakaran Eropa Meluas ke Yunani, Petugas Tewas dan Ribuan Orang Dievakuasi
Api liar yang telah melanda Eropa selatan selama berminggu-minggu kini meledak di Yunani, sementara pemadam kebakaran di Prancis dan Spanyol terus berjibaku melawan kobaran api di tengah gelombang panas yang memecahkan rekor.
Di Yunani, lebih dari 70 titik kebakaran hutan muncul di berbagai penjuru negeri hanya dalam 24 jam terakhir, meningkatkan jumlah aktif menjadi 73. Titik api terbesar terdeteksi di dekat kota pesisir Porto Germeno, sekitar 60 kilometer di sebelah barat Athena. Angin kencang yang mencapai 115 km/jam menyulitkan upaya pemadaman, memaksa pemerintah mengaktifkan sistem peringatan darurat 112 dan memerintahkan evakuasi massal.
Di Pulau Kreta, kebakaran telah menghanguskan sekitar 4.500 hektare dan masih belum terkendali. Sedikitnya 2.000 wisatawan dievakuasi, banyak di antaranya melalui laut, sementara tiga petugas pemadam kebakaran tewas dalam menjalankan tugas. Seorang pekerja musiman yang dievakuasi dari Kreta menceritakan pengalaman mengerikannya: “Saya tidak tahu apakah saya akan mati karena api, abu, atau tenggelam di laut. Ini gila”.
Di Prancis, api besar di dekat Bordeaux yang telah menghanguskan 42.000 hektare hutan pinus akhirnya stabil berkat kondisi malam yang mendukung. Lebih dari setengah dari 224.000 orang yang dievakuasi telah diizinkan kembali ke rumah. Namun, dua petugas tewas, sekitar 240 rumah hancur, dan kebakaran baru terus muncul di dekat Paris dan selatan Prancis.
Spanyol juga masih berjaga-jaga dengan setidaknya 10 kebakaran besar yang masih aktif di seluruh negeri. Api di Avila, yang telah menjadi kebakaran terbesar dalam sejarah Spanyol dengan 50.000 hektare hangus, mulai berhasil dikendalikan, tetapi gelombang panas baru mengancam akan memicu kembali api di wilayah Madrid. Lebih dari 7.000 orang masih mengungsi di Provinsi Castellón, dan kebakaran baru terjadi di Zamora dan León.
Secara keseluruhan, lebih dari 434.000 hektare lahan telah hangus di Eropa sejauh tahun 2026, dengan Prancis kehilangan lebih dari 91.000 hektare dan Spanyol lebih dari 200.000 hektare. Para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan iklim telah memperkuat kondisi panas dan kering yang memungkinkan kebakaran ini terjadi, dan risiko kebakaran kini diprediksi akan bergerak ke Italia dan Eropa Tengah dalam minggu-minggu mendatang.
