September 1, 2026

Nelayan Temukan UUV Misterius di Selat Lombok, TNI AL Lakukan Penyelidikan Mendalam

IMG-20260831-WA0006

Seorang nelayan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menemukan benda mencurigakan menyerupai torpedo di perairan Selat Lombok, tepatnya di sekitar Gili Trawangan, pada Senin (6/4/2026) pagi. Benda tersebut diduga kuat sebagai Unmanned Underwater Vehicle (UUV) atau kendaraan bawah air tanpa awak, yang langsung diamankan dan kini tengah diselidiki oleh TNI Angkatan Laut (TNI AL).

Kronologi Penemuan dan Evakuasi

Penemuan berawal saat nelayan bernama Ariyanto (38 tahun) sedang mencari ikan di Perairan Selat Utara Trawangan, sekitar 10 mil dari Gili Trawangan. Ia menemukan benda berbentuk silinder mengambang di permukaan laut dan melaporkannya ke Posal Gili Air dan Polsek Pemenang Gili Trawangan.

Obyek tersebut dievakuasi ke Gili Trawangan sekitar pukul 10.00 WITA. Tim Detasemen Gegana Penjinak Bom dan KBR melakukan observasi dan memastikan tidak ada bahan peledak maupun radioaktif di dalamnya. Benda kemudian diserahkan ke Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram dan tiba di markas pada pukul 20.17 WIB.

Spesifikasi dan Identifikasi Awal

UUV ini memiliki panjang sekitar 3,7 meter dengan diameter 0,7 meter, menyerupai torpedo. Hasil identifikasi awal menunjukkan benda tersebut diproduksi oleh China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC), salah satu perusahaan galangan kapal terbesar di China yang juga mengembangkan peralatan pemantauan bawah laut. Logo CSIC terlihat jelas di badan drone, bersama sejumlah karakter huruf China yang diduga merujuk pada lembaga penelitian tertentu.

Tindakan TNI AL dan Analisis Lebih Lanjut

TNI AL melalui tim ahli akan melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui asal-usul, fungsi, dan data yang terkandung di dalam perangkat tersebut. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan kesimpulan baru akan ditarik setelah semua temuan diverifikasi.

Wakil Kepala Staf TNI AL (Wakasal), Laksamana Madya TNI Edwin, menyatakan bahwa teknologi pada drone tersebut dapat dipelajari untuk kepentingan maritim Indonesia dan pengembangan industri dalam negeri, dengan melibatkan BRIN dan kalangan akademisi. Area penemuan juga telah dipasangi garis polisi untuk memastikan investigasi berjalan sesuai prosedur.

Signifikansi Strategis Selat Lombok

Selat Lombok merupakan jalur laut dalam yang sangat strategis karena menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, serta memungkinkan kapal selam melintas tanpa terdeteksi di kedalaman operasional. Penemuan ini menyoroti kekhawatiran yang berkembang tentang keberadaan perangkat tak dikenal di jalur laut strategis Nusantara.

TNI AL menegaskan komitmennya untuk menjaga kedaulatan maritim Indonesia dari aktivitas tidak sah dan memperingatkan tentang penggunaan peralatan bawah air oleh pihak yang tidak memiliki izin di perairan Indonesia. Penyelidikan lebih lanjut akan menentukan apakah UUV ini digunakan untuk tujuan penelitian atau memiliki nilai strategis lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *