Pakistan Lancarkan Serangan Udara di Afghanistan Timur, Klaim Tewaskan 29 Militan
Pakistan melancarkan serangan udara dan operasi darat di wilayah timur Afghanistan pada Minggu (28/6/2026) hingga Senin (29/6/2026), menargetkan tiga provinsi perbatasan Paktia, Paktika, dan Kunar . Serangan ini memicu kecaman keras dari pemerintah Taliban Afghanistan yang melaporkan puluhan korban jiwa di kalangan warga sipil, serta meningkatkan ketegangan antara kedua negara tetangga yang telah berlangsung sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021 .
Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar mengkonfirmasi bahwa operasi ini merupakan respons intelijen terhadap kelompok bersenjata, khususnya Jamaat-ul-Ahrar—faksi dari Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP)—yang dituduh berada di balik serangan mematikan di Karachi pada Sabtu (27/6) yang menewaskan tiga personel paramiliter Sindh Rangers . Pakistan menyebut 29 militan tewas dalam operasi tersebut, dengan rincian 25 tewas dalam serangan udara dan empat lainnya dalam operasi darat di wilayah perbatasan .
Namun, pemerintah Taliban melaporkan angka korban yang sangat berbeda. Wakil Juru Bicara Hamdullah Fitrat menyatakan bahwa serangan itu menewaskan 36-38 warga sipil dan melukai 163 lainnya, sebagian besar akibat pemboman rumah di Provinsi Paktia . Distrik Samkani menjadi lokasi dengan korban terbanyak, di mana serangan kedua terjadi saat warga sedang mengevakuasi korban dari serangan pertama . Misi Bantuan PBB untuk Afghanistan (UNAMA) mengonfirmasikan sedikitnya 28 warga sipil tewas dan 49 luka-luka, namun mengingatkan angka tersebut bisa bertambah .
Serangan ini merupakan episode terbaru dari ketegangan berkepanjangan antara kedua negara yang telah memburuk sejak Taliban kembali berkuasa pada 2021 . Pakistan berulang kali menuduh Afghanistan melindungi militan TTP yang melancarkan serangan di wilayahnya, sementara Taliban konsisten membantah tuduhan tersebut . Pada Senin (29/6), kedua negara saling memanggil duta besar untuk memprotes tindakan masing-masing. Sebagai respons, Taliban dilaporkan melancarkan serangan balasan di dalam wilayah Pakistan pada Selasa (30/6) .
