Juli 19, 2026

KTT BRICS ke-17 di Rio de Janeiro Dibuka, Anwar Ibrahim Perkuat Multilateralisme di Tengah Polarisasi Global

CjkinzN007020_20250707_CBMFN0A002

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, tiba di Rio de Janeiro, Brasil, untuk menghadiri KTT BRICS ke-17 yang berlangsung pada 6-7 Juli 2026 . Kedatangan Anwar dijadwalkan untuk memperkuat pentingnya multilateralisme di tengah polarisasi global yang semakin tajam serta menegaskan komitmen Malaysia terhadap tatanan dunia yang lebih seimbang dan inklusif .

KTT tahun ini menjadi momentum penting bagi BRICS yang telah berkembang menjadi blok yang mewakili hampir separuh populasi dunia dan menyumbang sekitar 35 persen dari produk domestik bruto (PDB) global . Kehadiran Anwar Ibrahim di Rio menjadi perhatian karena Malaysia baru saja resmi bergabung sebagai negara mitra BRICS , sebuah langkah yang mencerminkan meningkatnya minat negara-negara berkembang terhadap platform yang dinilai mampu memberikan alternatif bagi tatanan ekonomi global yang didominasi Barat.

Di tengah ancaman tarif dan kebijakan proteksionisme yang diusung pemerintahan Trump, BRICS semakin dipandang sebagai wadah bagi negara-negara Global South untuk memperkuat kerja sama ekonomi, termasuk melalui New Development Bank (NDB) yang telah mengelola sekitar 120 proyek senilai 39 miliar dolar AS . Anwar Ibrahim sendiri sebelumnya telah menyerukan peningkatan perdagangan intra-BRICS dan mendorong blok ini untuk tampil sebagai kekuatan yang berprinsip pada kesetaraan, saling menghormati, dan komitmen bersama untuk membentuk tatanan internasional yang lebih adil .

KTT BRICS ke-17 di Rio de Janeiro diadakan di bawah tema “Strengthening Global South” dan menjadi ajang bagi para pemimpin untuk membahas berbagai isu global, mulai dari reformasi tata kelola global, keuangan berkelanjutan, hingga tata kelola kecerdasan buatan yang inklusif . Dengan kehadiran Malaysia dan Indonesia sebagai anggota, BRICS terus memperkuat posisinya sebagai suara utama negara-negara berkembang dalam mendorong tatanan dunia yang lebih multipolar dan inklusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *