Agustus 15, 2026

Pasukan Israel Luncurkan Operasi Besar-besaran di Kamp Pengungsi Qalandiya, 20 Warga Ditangkap

FB_IMG_1785960992070

Pasukan Israel melancarkan operasi militer skala besar di kamp pengungsi Qalandiya, utara Yerusalem Timur yang diduduki, pada Rabu (5/8) dini hari, yang mengakibatkan puluhan penangkapan dan korban luka. Operasi ini merupakan bagian dari eskalasi serangan Israel di Tepi Barat yang semakin intensif dalam beberapa bulan terakhir .

Sebanyak 20 warga Palestina dilaporkan ditangkap dalam penggerebekan yang dimulai pada Selasa malam itu . Operasi besar-besaran ini juga melibatkan pembagian selebaran oleh militer Israel yang menyatakan bahwa mereka sedang melancarkan “operasi skala besar terhadap teroris” . Pasukan Israel dikerahkan dalam jumlah besar dan memberlakukan pembatasan ketat, termasuk melarang salat subuh di masjid-masjid di dalam kamp .

Akibat serangan ini, sedikitnya delapan orang dilaporkan terluka dan dilarikan ke rumah sakit, menurut Bulan Sabit Merah Palestina . Seorang jurnalis yang sedang meliput insiden tersebut juga dilaporkan dipukuli oleh tentara Israel dan dihalangi menjalankan tugasnya . Warga sipil juga menjadi sasaran kekerasan; sebuah kendaraan militer Israel dilaporkan menabrak seorang pemuda di dekat kamp .

Penggerebekan ini terjadi di tengah kekhawatiran warga setempat bahwa operasi tersebut adalah bagian dari upaya pengusiran mereka untuk memberi jalan bagi perluasan permukiman Israel. Sebuah proyek permukiman besar yang rencananya akan dibangun di bekas Bandara Atarot, yang berbatasan langsung dengan kamp, telah memicu ketakutan akan penggusuran . Israel menggunakan nama alkitabiah “Yudea dan Samaria” untuk merujuk pada Tepi Barat, wilayah yang didudukinya sejak 1967 .

Kekerasan di Tepi Barat telah meningkat secara drastis sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023 . Dalam periode tersebut, serangan Israel terhadap warga Palestina dan properti mereka telah menewaskan lebih dari 1.180 orang, melukai sekitar 13.000 orang, dan menyebabkan penangkapan hampir 24.000 orang lainnya di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *