Juli 19, 2026

Perwira Polisi di Jambi Nyaris Adu Jotos dengan Mahasiswa saat Demo di DPRD

kolase-polisi-di-jambi-dan-kapolsek-menteng-saat-demo-mahasiswa

Seorang perwira polisi di Jambi nyaris terlibat adu fisik dengan seorang mahasiswa saat aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Jambi pada Senin (15/6/2026) sore. Insiden ini terjadi di tengah aksi belasan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sejumlah perguruan tinggi di Jambi. Meski jumlah peserta tidak banyak, aksi unjuk rasa tersebut sempat memanas dan diwarnai ketegangan antara massa aksi dengan aparat kepolisian.

Demonstrasi yang berlangsung di kawasan Telanaipura, Kota Jambi itu diikuti oleh mahasiswa dari Universitas Jambi (Unja), UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Universitas Batanghari (Unbari), dan Universitas Adiwangsa Jambi (Unaja). Dalam orasinya, para mahasiswa menyoroti berbagai persoalan mulai dari transparansi pemerintahan, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), dugaan kasus korupsi yang menjadi perhatian publik, hingga tuntutan agar pemerintah lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Kericuhan bermula ketika sejumlah mahasiswa membawa ban bekas ke teras depan gedung DPRD dan berencana membakarnya sebagai simbol protes. Aparat kepolisian yang berjaga langsung mengingatkan agar ban tidak dibakar di atas lantai keramik karena akan merusak fasilitas gedung. Menanggapi teguran tersebut, mahasiswa kemudian menggeser ban ke area lain yang tidak berlapis keramik. Namun lokasi kedua itu masih berada di bawah plafon bangunan, sehingga kembali mendapat keberatan dari polisi.

Situasi semakin memanas saat massa aksi menyiramkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ke ban yang akan dibakar. Sejumlah polisi berusaha mencegah rencana tersebut dan meminta mahasiswa membatalkan aksi pembakaran ban karena berpotensi membahayakan. Adu argumen hingga saling dorong terjadi saat mahasiswa berupaya membakar ban sebagai bentuk protes.

Namun situasi berhasil diredam dan orasi tetap berjalan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah personel kepolisian disiagakan di sekitar gedung DPRD Provinsi Jambi, termasuk kendaraan pengamanan seperti mobil water cannon untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Analitis ke depan

Insiden nyaris adu jotos antara perwira polisi dan mahasiswa di Jambi ini menjadi cermin dinamika hubungan aparat keamanan dengan demonstran di berbagai daerah. Di sisi lain, di Jakarta, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu justru menunjukkan pendekatan yang lebih tenang dan persuasif saat berhadapan dengan mahasiswa yang memaksa masuk ke Bundaran HI pada hari yang sama. Perbedaan gaya ini menyoroti pentingnya standar prosedur yang konsisten dalam menghadapi aksi demonstrasi, agar ketegangan tidak berakhir pada bentrok fisik yang merugikan semua pihak.

Ke depan, komunikasi yang lebih baik antara aparat kepolisian dan demonstran perlu terus dibangun. Aparat keamanan diharapkan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, sementara demonstran juga diharapkan menyampaikan aspirasi dengan tetap menjaga ketertiban dan tidak merusak fasilitas publik. Insiden ini juga menjadi pengingat bagi pemerintah untuk merespons secara serius tuntutan-tuntutan yang disuarakan mahasiswa, terutama terkait transparansi anggaran dan penegakan hukum dalam kasus-kasus korupsi yang menjadi perhatian publik.

Internal link:
“Polda Jambi gelar Bhayangkara Presisi Job Fair dan Pameran UMKM 2026” — /jambi/polda-jambi-job-fair-2026/
“Polda Jambi salurkan 1.000 paket sembako” — /jambi/polda-jambi-sembako-hari-bhayangkara-2026/
“Pemkot Jambi intensifkan pendataan RTLH untuk perluas program BSPS” — /jambi/pemkot-jambi-rtlh-bsps-2026/
“Gubernur Al Haris dorong penyusunan kamus Bahasa Melayu Jambi” — /jambi/al-haris-dorong-kamus-bahasa-melayu-jambi-2026/
“NU tetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh Rabu 17 Juni 2026” — /nasional/nu-tetapkan-1-muharram-1448-h-17-juni-2026/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *