Rusia Siapkan Serangan Besar-besaran Baru ke Ukraina, Zelensky Minta Warga Lindungi Diri
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan bahwa Rusia sedang mempersiapkan serangan besar-besaran baru terhadap negaranya, seraya memerintahkan seluruh warga untuk segera memperhatikan peringatan udara dan berlindung demi keselamatan jiwa. Peringatan darurat ini disampaikan berdasarkan informasi intelijen yang diterima Kyiv, di tengah meningkatnya intensitas serangan rudal dan drone Moskow dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami memiliki informasi intelijen tentang Rusia yang sedang mempersiapkan serangan besar-besaran baru,” kata Zelensky dalam pesan di media sosial pada Sabtu (30/5/2026). “Harap perhatikan peringatan udara, lindungi hidup Anda. Layanan kami bekerja secara efisien dan siap; Angkatan Udara dan para pembela langit kita lainnya akan bertugas 24/7, seperti biasa,” tegasnya.
Intensitas Serangan Meningkat Drastis
Peringatan Zelensky datang hanya beberapa hari setelah Kyiv mengalami salah satu serangan udara terbesar sejak invasi skala penuh Rusia dimulai pada 2022. Pada Minggu (24/5) dini hari, Rusia meluncurkan 675 drone serang dan 56 rudal, yang sebagian besar diarahkan ke ibu kota Ukraina. Serangan masif itu menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai sekitar 40 lainnya di Kyiv. Bangunan tempat tinggal, sekolah, klinik hewan, dan infrastruktur sipil lainnya dilaporkan hancur atau rusak parah.
“Semua terbakar. Orang-orang berteriak… orang-orang menjerit,” kata Andriy, warga Kyiv yang masih mengenakan piyama dan berlumuran darah, kepada AFP di dekat bangunan apartemen era Soviet yang runtuh.
Zelensky memuji unit pertahanan udara Ukraina yang berhasil menembak jatuh 93 persen proyektil, namun mengakui bahwa tantangan terbesar adalah menghadapi rudal balistik. Dalam serangan terpisah, Rusia juga dilaporkan menggunakan rudal hipersonik canggih Oreshnik, yang mampu meluncur lebih dari 10 kali kecepatan suara dan belum ada teknologi yang dapat menghentikannya. Zelensky menyebut tindakan Rusia itu sebagai “kegilaan yang benar-benar tidak mengenal batas”.
Ancaman dan Respons Diplomatik
Moskow sendiri telah memperingatkan para diplomat asing untuk segera meninggalkan Kyiv, menandakan kemungkinan peningkatan aksi militer yang signifikan. Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa serangan balasan akan menargetkan pusat-pusat komando dan pengambilan keputusan militer Ukraina, serta fasilitas industri pertahanan.
Rusia mengancam akan meningkatkan serangan sebagai bentuk balasan atas aksi Ukraina yang disebut menewaskan 21 orang di wilayah Luhansk yang diduduki Rusia. Sebagai respons atas meningkatnya serangan udara Rusia, Zelensky telah menulis surat kepada Presiden AS Donald Trump dan Kongres AS awal pekan ini, meminta sistem pertahanan udara Patriot yang dapat mencegat rudal balistik.
Upaya Perdamaian Terhenti
Diplomasi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun ini semakin rumit. Upaya yang dimediasi AS untuk menegosiasikan pengakhiran konflik telah terhenti sejak pecahnya perang di Timur Tengah, yang menyerap perhatian dan sumber daya Washington. Ukraina dan Rusia dilaporkan sama-sama skeptis terhadap kelanjutan perundingan damai yang dimediasi AS, dan Kyiv frustrasi karena Washington gagal menekan Putin untuk melunakkan tuntutannya.
Peringatan Zelensky muncul hanya sehari setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York, memperingatkan bahwa perang di Ukraina berisiko lepas kendali jika eskalasi konflik terus berlanjut. “Jalur yang ditempuh saat ini tidak berkelanjutan. Spiral kematian ini harus dihentikan,” kata Guterres. PBB mencatat lebih dari 15.000 warga sipil tewas di Ukraina sejak invasi dimulai pada Februari 2022, termasuk hampir 800 anak-anak.
Dalam empat bulan pertama tahun 2026 saja, PBB mencatat 815 warga sipil meninggal dan 4.174 lainnya terluka, meningkat 21 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala HAM PBB Volker Turk menyerukan investigasi independen atas seluruh kematian dan luka-luka warga sipil di kedua pihak, seraya mendesak kedua negara segera kembali ke meja perundingan.
Prospek ke Depan
Para analis memperingatkan bahwa serangan besar-besaran baru Rusia kemungkinan akan menggabungkan serangan darat skala besar dengan serangan udara untuk melemahkan pertahanan udara Ukraina sebelum meningkatkan tekanan di medan perang. Targetnya diperkirakan mencakup Pokrovsk, Konstantinovka, atau jalur pasokan utama Ukraina lainnya di Donetsk dan Ukraina timur.
Ukraina sendiri telah meningkatkan serangan jarak jauhnya terhadap wilayah pendudukan dan Rusia sebagai balasan atas pemboman harian Rusia. Siklus saling serang ini semakin mempersulit upaya diplomasi dan meningkatkan risiko kesalahan perhitungan militer dengan konsekuensi yang tidak diketahui.
Dengan perhatian dunia yang masih terfokus pada konflik di Timur Tengah dan ketegangan di kawasan Asia Pasifik, Ukraina menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan dukungan internasional yang konsisten. Untuk saat ini, rakyat Ukraina hanya bisa bergantung pada sistem pertahanan udara mereka sendiri sambil menunggu apakah peringatan Zelensky tentang serangan besar-besaran yang akan datang benar-benar menjadi kenyataan dalam hitungan hari atau minggu ke depan. Apa yang pasti, perang yang telah memasuki tahun kelima ini masih jauh dari kata usai.
Internal Link:
“eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan AS di kawasan” — /konflik-dunia/iran-ultimatum-as-proposal-14-poin-uranium-2026/
“dampak ekonomi dari konflik berkepanjangan di Eropa” — /ekonomi-global/krisis-energi-eropa-dampak-perang-iran-imf-resesi/
“dinamika geopolitik yang melibatkan negara-negara besar” — /geopolitik/trump-xi-summit-beijing-iran-taiwan-perdagangan-2026/
“krisis kemanusiaan di zona konflik lainnya” — /konflik-dunia/pengungsi-lebanon-generasi-terbuang-2026/
“peran PBB dalam meredakan ketegangan global” — /konflik-dunia/israel-putus-kontak-pbb-2026/
