Mei 25, 2026

Sudan Tarik Duta Besar dari Ethiopia Usai Tuduhan Serangan Drone di Khartoum

C23JxmkGdz

Ininih.com – Ketegangan diplomatik di kawasan Tanduk Afrika meningkat setelah Sudan resmi menarik duta besarnya dari Ethiopia menyusul tuduhan keterlibatan Addis Ababa dalam serangan drone terhadap Bandara Internasional Khartoum dan sejumlah infrastruktur vital lainnya.

Pemerintah Sudan mengklaim memiliki bukti kuat bahwa serangan drone yang terjadi pada 4 Mei 2026 melibatkan jalur operasi dari wilayah Ethiopia dengan dukungan teknologi militer yang dikaitkan dengan Uni Emirat Arab (UEA).

Langkah tersebut memperburuk hubungan kedua negara di tengah perang saudara Sudan yang telah berlangsung selama beberapa tahun dan memicu kekhawatiran baru terhadap potensi konflik regional yang lebih luas di Afrika Timur.

Bandara Khartoum Diserang Drone

Serangan terbesar terjadi pada Senin, 4 Mei 2026, ketika sejumlah drone menghantam area Bandara Internasional Khartoum.

Target serangan meliputi landasan pacu, hanggar pesawat, hingga aula terminal bagian timur. Asap tebal terlihat membumbung di beberapa kawasan ibu kota Sudan setelah ledakan terjadi.

Akibat insiden tersebut, operasional bandara dihentikan selama 72 jam.

Bandara Khartoum sebelumnya baru kembali beroperasi normal dalam waktu singkat setelah terdampak perang saudara yang melanda Sudan sejak 2023.

Sudan Tuduh Ethiopia dan UEA

Dalam konferensi pers darurat pada 5 Mei 2026, pejabat militer Sudan memaparkan data pelacakan penerbangan drone dan serpihan puing yang diklaim berasal dari drone tempur Bayraktar serta drone bunuh diri.

Sudan menuduh drone tersebut lepas landas dari Bandara Bahir Dar di wilayah Amhara, Ethiopia.

Menteri Luar Negeri Sudan Mohieddin Salem kemudian mengumumkan penarikan duta besar Sudan dari Addis Ababa untuk konsultasi diplomatik.

Pemerintah Sudan juga menuduh Uni Emirat Arab terus memasok teknologi militer kepada kelompok Rapid Support Forces (RSF), yang menjadi lawan utama militer Sudan dalam perang saudara.

Namun Ethiopia membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar.

Kementerian Luar Negeri Ethiopia justru menuding Sudan mendukung kelompok pemberontak Tigray atau TPLF untuk memperburuk stabilitas keamanan Ethiopia.

Risiko Konflik Regional Meningkat

Ketegangan terbaru ini memicu kekhawatiran internasional bahwa perang saudara Sudan dapat berubah menjadi konflik lintas negara yang melibatkan kekuatan regional dan negara Teluk.

Para analis menilai keterlibatan drone tempur dan dugaan penggunaan wilayah negara tetangga menunjukkan eskalasi baru dalam perang modern di Afrika.

Sudan bahkan mengisyaratkan kemungkinan menyerang balik fasilitas peluncuran drone jika serangan serupa kembali terjadi.

Jika langkah tersebut dilakukan, konflik berpotensi meluas ke wilayah Ethiopia dan memperbesar ketidakstabilan kawasan Tanduk Afrika.

Uni Afrika dan PBB Mulai Bergerak

Uni Afrika mulai mengaktifkan jalur mediasi untuk mencegah memburuknya hubungan Sudan dan Ethiopia.

Sementara itu Sudan dilaporkan tengah menyusun dokumen resmi untuk diajukan ke Dewan Keamanan PBB terkait dugaan pelanggaran wilayah udara dan keterlibatan asing dalam konflik internal negara tersebut.

Beberapa negara Afrika juga menyuarakan kekhawatiran bahwa regionalisasi konflik Sudan dapat menghancurkan upaya perdamaian dan stabilitas kawasan.

Drone Jadi Senjata Utama Konflik Modern

Perkembangan terbaru di Sudan menunjukkan bagaimana penggunaan drone kini semakin mendominasi konflik modern, termasuk di kawasan Afrika.

Selain lebih murah dibanding operasi udara konvensional, drone tempur juga memungkinkan serangan presisi terhadap infrastruktur strategis tanpa keterlibatan langsung pasukan besar.

Penggunaan drone bunuh diri dan drone tempur Bayraktar dalam konflik Sudan menjadi salah satu contoh meningkatnya peran teknologi militer dalam perang regional.

Hingga kini situasi di Sudan masih sangat tegang dan belum ada tanda bahwa konflik akan segera mereda dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *