Mei 25, 2026

Erupsi Gunung Marapi Telan Puluhan Korban, Banyak Pendaki Berada di Zona Merah

Operasi SAR erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat

cnjaKoGoYS

Ininih.com – Operasi pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat terus dilanjutkan setelah letusan besar gunung api aktif tersebut menyebabkan puluhan pendaki menjadi korban jiwa.

Tim SAR gabungan masih menyisir kawasan sekitar Kawah Verbeek dan jalur pendakian Gunung Marapi untuk mencari korban yang belum ditemukan pasca-erupsi besar yang terjadi pada pertengahan April 2026.

Data terbaru menunjukkan sedikitnya 22 orang meninggal dunia akibat letusan tersebut, sementara sejumlah pendaki lain berhasil dievakuasi dalam kondisi luka-luka dan kelelahan.

Erupsi Besar Picu Kepanikan Pendaki

Gunung Marapi meletus dengan kolom abu vulkanik yang dilaporkan mencapai sekitar 3.000 meter dari puncak. Letusan terjadi saat puluhan pendaki masih berada di kawasan gunung, termasuk di area yang masuk radius berbahaya.

Abu vulkanik tebal, batu pijar, dan kondisi medan yang sulit membuat proses evakuasi berlangsung berat. Banyak korban ditemukan di sekitar radius 1 hingga 1,5 kilometer dari kawah aktif.

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena kawasan itu sebenarnya masuk zona larangan yang telah ditetapkan otoritas vulkanologi.

Banyak Korban Ditemukan Dekat Kawah

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya telah menetapkan status Gunung Marapi berada pada Level II atau Waspada sejak beberapa tahun terakhir.

Dalam status tersebut, masyarakat dan pendaki dilarang mendekati radius tiga kilometer dari Kawah Verbeek karena risiko erupsi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Namun hasil pencarian menunjukkan sebagian besar korban berada cukup dekat dengan pusat aktivitas vulkanik saat letusan terjadi.

Faktor inilah yang dinilai memperbesar jumlah korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kepala Badan Geologi Hendra Gunawan menyebut area sekitar kawah memiliki risiko tinggi terhadap lontaran material vulkanik dan awan panas saat erupsi berlangsung.

Operasi SAR Dilakukan Besar-Besaran

Basarnas bersama tim gabungan dari TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian korban.

Operasi dilakukan dalam kondisi cuaca yang berubah cepat dan ancaman aktivitas vulkanik susulan yang masih mungkin terjadi.

Tim penyelamat harus menghadapi medan terjal, abu tebal, serta jarak pandang terbatas selama proses evakuasi.

Beberapa korban berhasil ditemukan setelah tim melakukan penyisiran intensif di sekitar jalur pendakian dan kawasan dekat puncak.

Risiko Lahar Dingin dan Dampak Lanjutan

Selain ancaman erupsi lanjutan, pemerintah daerah juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar dingin jika hujan deras mengguyur kawasan Gunung Marapi.

Material vulkanik yang menumpuk di lereng gunung berpotensi terbawa aliran sungai dan mengancam permukiman warga di sekitar kaki gunung.

Aktivitas penerbangan di wilayah Sumatera Barat juga sempat dipantau ketat untuk mengantisipasi penyebaran abu vulkanik yang dapat membahayakan jalur udara.

Sejumlah pihak kini mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan pendakian dan kepatuhan terhadap zona bahaya gunung api aktif di Indonesia.

Evaluasi Mitigasi Bencana

Insiden Gunung Marapi kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya mitigasi bencana dan edukasi keselamatan bagi pendaki.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan aktivitas vulkanik tertinggi di dunia, dengan puluhan gunung api aktif yang tersebar di berbagai wilayah.

Para pengamat menilai tragedi ini menjadi pengingat bahwa status “Waspada” tetap memiliki risiko serius dan tidak boleh dianggap aman untuk aktivitas dekat kawah.

Hingga kini operasi pencarian masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh korban berhasil ditemukan, sementara otoritas setempat terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Marapi secara intensif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *