Agustus 24, 2026

Turki dan Irak Tandatangani Perpanjangan Satu Tahun Pipa Minyak Kirkuk-Ceyhan

FB_IMG_1785593969709

Turki dan Irak menandatangani perjanjian satu tahun untuk mempertahankan aliran minyak mentah melalui pipa antara kedua negara pada Sabtu (1/8) . Menteri Energi Turki Alparslan Bayraktar mengumumkan bahwa perjanjian transit ini mencakup kapasitas harian sebesar 750.000 barel dan ditandatangani antara perusahaan energi negara BOTAS dan perusahaan minyak Irak SOMO dan NOC .

Kesepakatan ini memperpanjang pengaturan bilateral yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan berakhir pada 27 Juli lalu . Pipa sepanjang 986 kilometer dari Kirkuk ke Ceyhan merupakan satu-satunya jalur ekspor minyak yang berfungsi bagi Baghdad .

Perpanjangan ini berfungsi sebagai jembatan sementara untuk memberikan waktu bagi kedua negara merundingkan kesepakatan yang lebih komprehensif . Turki berkeinginan untuk memanfaatkan pipa berkapasitas 1,5 juta barel per hari secara penuh dan memperluasnya ke ladang minyak di selatan Irak .

Saat ini, pipa tersebut hanya mengalirkan sekitar 170.000 hingga 180.000 barel per hari . Kesepakatan ini menjadi semakin penting setelah perang Iran mengganggu ekspor melalui Selat Hormuz, memaksa Irak mencari rute alternatif .

Penandatanganan terjadi setelah Menteri Minyak Irak Bassem Mohammed Khudair mengunjungi Ankara untuk bertemu dengan Bayraktar . Ankara baru-baru ini juga menginvestasikan produksi hulu di Kirkuk melalui anak usaha TPAO yang mengambil 15% saham di BP Energy Company of Kirkuk Limited .

Perpanjangan ini diharapkan dapat menjamin pasokan bagi pasar minyak yang terguncang akibat konflik regional . Namun, proses arbitrase mengenai sengketa pipa antara kedua negara masih berlangsung, setelah pada 2023 pengadilan arbitrase memerintahkan Turki membayar Irak 1,5 miliar dolar AS terkait pengiriman minyak Kurdi Irak tanpa persetujuan Baghdad .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *