Juli 18, 2026

AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Perundingan Teknis Selat Hormuz Berlanjut di Doha

t_6a41d10fe18e6

Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan sementara aksi saling serang di kawasan Teluk serta melanjutkan perundingan terkait sengketa Selat Hormuz. Kesepakatan ini diumumkan pada Minggu (28/6/2026) oleh seorang pejabat senior AS, setelah terjadi eskalasi serangan balasan pada akhir pekan yang mengancam runtuhnya gencatan senjata sementara .

Seorang pejabat AS menyatakan bahwa kedua pihak akan menghentikan operasi militer untuk sementara waktu dan kapal-kapal dapat bergerak bebas, seiring perundingan teknis yang dijadwalkan berlanjut . Perundingan yang semula direncanakan di Swiss untuk membahas program nuklir Iran, dialihkan ke Doha, Qatar, pada Selasa (30/6) karena meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz .

Kesepakatan ini merupakan implementasi dari nota kesepahaman berisi 14 poin yang ditandatangani AS dan Iran pada 17 Juni 2026 di Islamabad, Pakistan, yang bertujuan mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari . MoU tersebut mencakup penghentian operasi militer di seluruh front, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta komitmen Iran untuk menjamin lalu lintas kapal komersial tanpa biaya selama 60 hari .

Perundingan teknis di Doha akan fokus pada implementasi MoU, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran internasional . Sebelumnya, dalam perundingan di Swiss pekan lalu, kedua pihak menyepakati pembentukan saluran telekomunikasi langsung antara militer AS dan Korps Garda Revolusi Islam Iran untuk mengoordinasikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, meskipun hingga akhir pekan lalu saluran tersebut belum beroperasi .

Ke depan, efektivitas kesepakatan ini akan sangat bergantung pada implementasi penuh dari MoU 14 poin dan kemampuan kedua pihak untuk menyelesaikan perbedaan interpretasi, terutama terkait pengelolaan Selat Hormuz. Iran telah memperingatkan bahwa upaya mengubah jalur pelayaran tanpa persetujuan Teheran dapat memicu ketegangan baru . Sementara itu, Iran dan Oman telah mengadakan pertemuan pertama Komite Bersama Hormuz untuk membahas pengelolaan selat berdasarkan hak kedaulatan masing-masing negara pesisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *