Syiah Rafidhah: Sejarah Penyimpangan Akidah dan Kekejaman terhadap Umat Islam
Syiah Rafidhah adalah kelompok yang sejak awal kemunculannya telah menunjukkan sikap permusuhan terhadap Ahlus Sunnah wal Jamaah. Bukan sekadar perbedaan pendapat dalam masalah fikih atau politik, tetapi permusuhan yang berakar pada kebencian terhadap para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan upaya sistematis untuk menghancurkan ajaran Islam yang murni. Sejarah mencatat berbagai kekejaman yang dilakukan oleh kelompok ini terhadap umat Islam, dari pembantaian ribuan jamaah haji di depan Ka’bah hingga genosida terhadap kaum Sunni di berbagai belahan dunia.
Abdullah bin Saba: Dalang Yahudi di Balik Kemunculan Syiah
Sejarah mencatat bahwa Syiah berawal dari seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba yang pura-pura masuk Islam. Ia berkelana ke berbagai kota dan menyebarkan fitnah untuk memecah belah umat Islam. Abdullah bin Saba adalah orang pertama yang menghembuskan isu bahwa Ali bin Abi Thalib adalah wasiat Rasulullah, dan bahwa Ali tidak mati melainkan akan kembali lagi. Bahkan Ali sendiri mengusir Abdullah bin Saba karena tahu tipu dayanya. Namun, pengaruh racun yang disebarkannya terus berlanjut hingga melahirkan ajaran Syiah yang sesat.
Penghujatan terhadap Sahabat Nabi dan Pengkafiran Kaum Muslimin
Salah satu ciri khas Syiah Rafidhah adalah kebencian mereka terhadap para sahabat Nabi. Dalam ajaran Syiah, para sahabat dianggap murtad setelah wafatnya Nabi, kecuali tiga orang. Mereka secara terbuka mencaci-maki Abu Bakar dan Umar, yang oleh ulama Ahlus Sunnah dijamin masuk surga. Imam Asy-Syafi’i berkata, “Aku tidak melihat seorang pun yang lebih banyak berdusta daripada kaum Rafidhah.”
Pembantaian 30 Ribu Jamaah Haji di Depan Ka’bah
Salah satu bukti paling keji kekejaman Syiah adalah peristiwa pembantaian 30 ribu jamaah haji di sekitar Ka’bah pada tahun 317 H (929 M). Kelompok Syiah Bathiniyyah (Qaramithah) menyerbu jamaah haji pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan membantai lebih dari 30 ribu jiwa. Mereka menghancurkan kubah sumur Zam-Zam, mencongkel pintu Ka’bah, melepas kiswahnya, dan membantai siapa pun yang bergelayutan di kiswah. Lebih biadab lagi, mereka menguburkan jasad-jasad kaum Muslimin di sumur Zam-Zam.
Genosida 1 Juta Muslim Sunni di Iran
Syiah tidak hanya menumpahkan darah Muslimin di depan Ka’bah. Ketika berkuasa, mereka menunjukkan kebiadaban yang lebih besar. Sejarawan mencatat bahwa pada masa dinasti Shafawiyah (Syi’ah Rafidhah) di Iran, jumlah Ahlus Sunnah yang dibunuh mencapai 1 JUTA JIWA. Mereka disembelih dengan pedang oleh tangan-tangan Syiah Rafidhah, sehingga beralihlah Iran yang mayoritas Sunni menjadi Syiah seperti sekarang. Ini adalah genosida terencana terhadap Ahlus Sunnah yang jarang dibicarakan.
Pengkhianatan terhadap Khilafah Utsmaniyah
Dalam sejarah Islam, Syiah selalu menjadi “tikaman dari belakang” bagi umat Islam. Saat Khilafah Utsmaniyah hampir menaklukkan Eropa dan mengepung Wina, pasukan Syiah Shafawiyyin menyerang dari arah belakang, sehingga ekspansi Utsmaniyah terhenti. Seorang sejarawan Barat terkenal berkata, “Andai bukan karena pengkhianatan dan serangan Kaum Syi’ah Shafawiyyin (Rafidhah) terhadap Khilafah Utsmaniyyah dari arah belakang, niscaya Utsmaniyyun akan menguasai Eropa seluruhnya, dan beralihlah Eropa menjadi benua Islam.”
Peringatan Para Ulama tentang Bahaya Syiah
Para ulama Ahlus Sunnah sejak dulu telah memperingatkan umat Islam tentang bahaya Syiah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyatakan bahwa memerangi Syiah Rafidhah lebih utama daripada memerangi orang kafir karena mereka adalah kaum murtad yang lebih berbahaya. Imam Malik juga menegaskan bahwa barang siapa yang di hatinya ada kebencian terhadap sahabat Rasulullah, maka berlaku baginya ayat yang mengancam orang kafir.
Kesimpulan
Syiah Rafidhah adalah kelompok ekstremis yang telah terbukti memusuhi Ahlus Sunnah sejak awal kemunculannya. Mereka mengkafirkan para sahabat, menghalalkan darah kaum Muslimin, dan bekerja sama dengan musuh-musuh Islam untuk menghancurkan umat. Umat Islam harus waspada dan tidak tertipu dengan slogan-slogan politik mereka, karena dibalik itu, agenda mereka tetap sama: memerangi Ahlus Sunnah dan menghancurkan ajaran Islam yang murni. Semoga Allah melindungi kita dari fitnah dan kesesatan mereka, dan meneguhkan kita di atas jalan yang lurus, yaitu jalan para sahabat dan para pengikut mereka dengan baik hingga hari kiamat.
