Juli 18, 2026

Ilmu Sebelum Amal: Pesan Para Ulama yang Tak Lekang oleh Waktu

IMG_20260701_033439

Dalam Islam, ada satu prinsip sederhana namun sangat penting yang selalu ditekankan oleh para ulama sejak dulu: jangan beramal sebelum berilmu. Imam Al-Bukhari, ulama besar yang karyanya menjadi rujukan utama umat Islam, bahkan membuat satu bab khusus dalam kitab shahihnya yang diberi judul, “Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan” . Pesan ini bukan sekadar nasihat biasa, melainkan fondasi agar setiap amal yang kita lakukan tidak sia-sia.

Mengapa ilmu harus datang lebih dulu? Karena amal tanpa ilmu ibarat berjalan dalam gelap. Kita bisa saja tersesat atau bahkan jatuh tanpa menyadarinya. Umar bin Abdil Aziz, seorang pemimpin yang dikenal adil dan alim, pernah berkata, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka ia lebih banyak merusak dibandingkan memperbaiki” . Ini bukan berarti kita harus menjadi ulama dulu baru bisa beramal, tetapi setidaknya kita harus tahu apa yang kita lakukan dan bagaimana cara melakukannya dengan benar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri sangat mendorong umatnya untuk terus mencari ilmu. Beliau bersabda, “Barang siapa menempuh perjalanan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga” (HR Muslim) . Ini menunjukkan betapa mulianya usaha mencari ilmu, dan betapa besar janji Allah bagi mereka yang menekuninya. Ilmu bukanlah beban, melainkan jalan menuju kebaikan.

Mu’adz bin Jabal, seorang sahabat yang dikenal cerdas dan bijak, menyampaikan sebuah ungkapan yang indah, “Ilmu adalah pemimpin amal, dan amal adalah pengikut ilmu” . Artinya, ilmu adalah yang mengarahkan, sementara amal adalah yang mengikuti arahan itu. Tanpa pemimpin, amal akan kehilangan arah. Sa’id bin Jubair juga mengingatkan bahwa amal tidak akan diterima jika tidak dilandasi niat yang benar, dan niat pun tidak akan lurus jika tidak selaras dengan ajaran yang diajarkan oleh Rasulullah.

Para ulama juga menjelaskan bahwa menuntut ilmu itu ada dua jenis. Ada ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim, seperti bagaimana cara beribadah dengan benar dan mengimani Allah dengan keyakinan yang lurus. Ada juga ilmu yang jika sudah dipelajari oleh sebagian umat, maka kewajiban itu gugur bagi yang lain, seperti ilmu kedokteran, teknik, dan lainnya. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai ilmu dalam segala bentuknya.

Jadi, marilah kita tanamkan dalam diri kita bahwa sebelum berbicara, sebelum bertindak, sebelum beramal, carilah ilmu terlebih dahulu. Mintalah petunjuk kepada orang yang lebih tahu, bacalah, dan belajarlah. Karena dengan ilmu, amal kita akan lebih terarah, lebih bermakna, dan insya Allah lebih diterima di sisi-Nya. Sebagaimana Allah mengingatkan kita dalam Al-Qur’an, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (QS Al-Isra’: 36) . Mari jadikan ilmu sebagai cahaya yang menerangi setiap langkah kita.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *