Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas di Istana, Minta Evaluasi Total Program MBG dan Penguatan KDKMP
Presiden Prabowo Subianto memimpin Rapat Terbatas bersama jajaran Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, Panglima TNI, serta para Direktur Utama BUMN strategis di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu sore. Rapat yang berlangsung sekitar empat jam ini secara khusus membahas langkah penertiban dan penguatan pelaksanaan tiga program prioritas nasional, yaitu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Terkait Program MBG, Presiden Prabowo meminta dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program. Ia juga meminta agar berbagai laporan yang masuk terkait praktik penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai ketentuan segera ditindaklanjuti. Presiden menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa, namun berbagai kekurangan yang ditemukan dalam pelaksanaan program harus segera dibenahi.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Presiden menugaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sebagai koordinator dalam pembenahan tata kelola MBG. Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pihaknya akan mendalami dugaan penyalahgunaan program dan melaporkan hasilnya kepada Presiden dalam waktu satu bulan. Dalam rapat yang sama, Presiden juga mengizinkan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengkaji ulang anggaran per porsi MBG serta jumlah penerima manfaat.
Dalam pembahasan mengenai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Presiden Prabowo meminta jajarannya untuk fokus pada peningkatan pelayanan koperasi sehingga dapat menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan hasil rapat tersebut, KDKMP akan menjadi kantor tunggal penyaluran berbagai bantuan sosial dan barang bersubsidi kepada masyarakat. Pemerintah menargetkan 30.000 KDKMP selesai dibangun serta beroperasi penuh pada Agustus 2026.
Selain itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya percepatan penataan Kampung Nelayan Merah Putih agar semakin produktif, tertata, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pemerintah menargetkan pembangunan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia dapat rampung pada akhir tahun 2026. Kampung nelayan ini akan dilengkapi sejumlah fasilitas modern, mulai dari mesin pembuat es hingga SPBU khusus nelayan.
Di akhir rapat, Presiden Prabowo dengan tegas menekankan bahwa setiap program prioritas negara harus dijalankan secara disiplin, tepat sasaran, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan. Tidak boleh ada pelaksanaan yang melenceng dari tujuan maupun pihak-pihak yang memanfaatkan program untuk kepentingan di luar amanat pemerintah. Rapat terbatas ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat tata kelola dan memastikan ketiga program prioritas tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan pangan nasional.
