Agustus 24, 2026

Gempa M7,7 di NTT Tewaskan 47 Orang, Ratusan Rumah Rusak, BNPB Kirim Bantuan

IMG-20260815-WA0003

Kaji cepat dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilakukan petugas gabungan. Lebih dari 40 warga meninggal dunia dan ratusan rumah mengalami kerusakan parah akibat guncangan yang terjadi pada Jumat (14/8) malam.

Berdasarkan data sementara pada Sabtu (15/8) pukul 18.48 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai (24 orang), Manggarai Timur (17 orang), Sikka (3 orang), Manggarai Barat (1 orang), Ngada (1 orang), dan Ende (1 orang). Selain korban jiwa, petugas juga mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka.

Data sementara pada pukul 17.00 WIB Sabtu (15/8) mencatat total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit, dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan (87 unit), kesehatan (18 unit), tempat ibadah (5 unit), kantor (6 unit), dan sejumlah fasilitas umum lainnya. Kerusakan infrastruktur ini menambah beban penanganan darurat.

Mer espons gempa di NTT, BNPB mengirimkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah bantuan dikerahkan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT. Sedangkan dari Jakarta, BNPB juga mengirimkan bantuan melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan sebanyak 50 ribu paket dengan berat 275 ton. Saat ini, bantuan yang baru tiba di baseops sebanyak 10.500 paket, yang berasal dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Guncangan gempa juga dirasakan warga Kabupaten dan Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Kondisi masyarakat di Kabupaten dan Kota Bima secara umum kondusif, dengan BPBD Kota Bima melakukan pendataan dan verifikasi situasi di lapangan. Pusat Pengendalian Operasi BNPB mendapatkan laporan di Kepulauan Selayar, di mana BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik di Kecamatan Pasirmarannu, Pasilambena, dan Takabonerate.

Tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi korban, serta mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti arahan dari petugas. Sinergi dan solidaritas semua pihak sangat dibutuhkan untuk membantu pemulihan pasca-bencana di NTT dan wilayah sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *