Anhar Lubis: Dokter Hewan yang Didedikasikan untuk Menyelamatkan Gajah Sumatera
Selama sekitar tiga dekade, Anhar Lubis mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan menyelamatkan satwa liar Indonesia, dengan gajah sumatera sebagai bagian penting dalam perjalanan profesinya. Sejak 2006, ia terlibat dalam Program Perawatan Kesehatan Gajah yang dijalankan Vesswic dan berkeliling Sumatera untuk memastikan kesehatan gajah-gajah yang berada di pusat pelatihan. Pengalamannya semakin mendalam ketika pada 2019 ia bergabung dengan Forum Konservasi Leuser (FKL) sebagai Koordinator Leuser Rescue Team.
Salah satu penyelamatan yang paling membekas adalah ketika ia bersama tim menemukan Salma, anak gajah betina yang kaki kiri depannya hampir putus akibat jerat kawat baja di Aceh Timur. Bagi Anhar, menemukan gajah terjerat berarti berpacu dengan waktu karena semakin lama satwa berada dalam kondisi tersebut, semakin besar risiko luka, infeksi, hingga kematian. Ia juga memahami bahwa luka pada gajah bukan hanya persoalan fisik, melainkan dapat berdampak pada kondisi psikologis dan ikatan sosialnya dengan kelompok.
Bagi Anhar, menjaga kehidupan gajah sumatera tidak cukup dilakukan dengan tindakan medis. Penyusutan hutan dan meningkatnya konflik dengan manusia membuat dokter hewan juga harus mampu berkomunikasi dengan masyarakat, terutama ketika gajah memasuki kebun dan dianggap mengancam mata pencaharian warga. Karena itu, ia kerap berada di garis depan, baik dalam penyelamatan satwa maupun dalam upaya meredakan konflik.
Pengalaman panjang dan berbagai risiko yang dihadapinya tidak membuat Anhar menjauh dari dunia konservasi. Kini, ia justru mulai membagikan ilmu dan pengalamannya kepada dokter-dokter hewan muda di FKL agar perjuangan menyelamatkan satwa liar terus berlanjut. Bagi Anhar, menyelamatkan seekor gajah berarti menjaga kelompoknya, mempertahankan keseimbangan ekosistem, dan memastikan generasi mendatang masih dapat melihat gajah sumatera hidup di alam liar.
Kisah Anhar Lubis adalah contoh nyata dedikasi dan pengabdian seorang dokter hewan yang tidak hanya merawat satwa, tetapi juga berjuang untuk kelestarian ekosistem dan harmonisasi antara manusia dan satwa liar. Semoga semangat dan pengalaman Anhar dapat menginspirasi generasi muda untuk turut serta dalam upaya konservasi gajah sumatera dan satwa liar lainnya di Indonesia. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pegiat konservasi sangat dibutuhkan untuk melindungi kekayaan alam Indonesia yang tak ternilai.
