September 1, 2026

Pelabuhan Patimban Kian Strategis, Kapal MSC Mulai Bersandar di Terminal Peti Kemas

IMG-20260828-WA0026

Kapal petikemas milik pelayaran Mediterranean Shipping Company (MSC) tampak bersandar di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Patimban. Keberhasilan layanan ini memperkuat posisi Pelabuhan Patimban dalam jaringan distribusi barang bagi pelaku industri di Jawa Barat, yang selama ini mengandalkan Pelabuhan Tanjung Priok.

Di tengah meningkatnya tren investasi ke Indonesia, pemindahan basis produksi yang lebih dekat dengan pasar, serta diversifikasi rantai pasok global, keberadaan pelabuhan yang efisien dan terhubung menjadi faktor penting dalam menarik investasi, memperkuat perdagangan internasional, dan meningkatkan daya saing. Hal ini menegaskan konteks strategis Pelabuhan Patimban bagi sektor logistik nasional.

Kapasitas Terminal Terus Ditingkatkan

Terminal Peti Kemas Patimban saat ini memiliki luas 10 hektar dan mampu melayani 250.000 TEUs per tahun. Dalam pengembangannya, kapasitas terminal ini ditargetkan meningkat hingga 1,65 juta TEUs per tahun. Dalam jangka panjang, kapasitas Patimban dirancang mencapai 7,5 juta TEUs untuk terminal peti kemas dan 600.000 unit kendaraan per tahun untuk terminal otomotif, menjadikannya salah satu proyek pelabuhan terintegrasi terbesar di Indonesia.

Peningkatan kapasitas dilakukan secara bertahap. Terminal mulai beroperasi Januari 2026 dengan satu unit Mobile Harbour Crane (MHC), lalu ditambah dua unit MHC pada April 2026. Sesuai jadwal, tiga unit Ship-to-Shore (STS) Crane dan sembilan unit Electric Rubber-Tyred Gantry (E-RTG) ditargetkan terpasang pada Desember 2026, sejalan dengan rencana penambahan sembilan derek kontainer beroda karet, tiga alat ship-to-shore, empat reach stacker, dan 16 unit truk pada September 2026.

Terminal Kendaraan dan Konektivitas Darat

Selain peti kemas, Pelabuhan Patimban telah mengoperasikan terminal kendaraan seluas 22,4 hektare sejak 2022. Hingga Juni 2026, pelabuhan ini mencatatkan ekspor sebanyak 63.086 unit mobil dan impor 7.262 unit kendaraan, serta melampaui volume pengiriman domestik via Pelabuhan Belawan dan Batam yang tercatat 37.110 unit.

Peningkatan kedalaman dermaga hingga minus 14 meter low water spring (LWS) juga berhasil mendongkrak kapasitas angkut kapal dari maksimal 4.000 unit menjadi 5.000-6.000 unit kendaraan per kapal.

Untuk mendukung statusnya sebagai pelabuhan kelas dunia, konektivitas darat terus dimaksimalkan. Jalan tol sepanjang 37 km menghubungkan Tol Cikopo-Palimanan ke Patimban ditargetkan rampung bertahap hingga akhir 2026 dan sebagian tersambung pada 2027, memangkas waktu tempuh dari kawasan industri Karawang Timur dan pantura Jawa Barat dari 1,5-2 jam menjadi 30-40 menit saja.

Dengan terus meningkatnya kapasitas dan konektivitas, Pelabuhan Patimban diharapkan dapat menjadi tulang punggung logistik nasional, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah perdagangan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *