Mentan Amran Percepat Peremajaan dan Perluasan Tebu di Tulang Bawang untuk Kejar Swasembada Gula
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong percepatan pengembangan tebu nasional melalui pembukaan areal tebu baru dan peremajaan tanaman yang sudah tidak produktif. Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Rabu (26/8).
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan target kepada Mentan Amran untuk mewujudkan swasembada gula dalam empat tahun pada saat pelaksanaan Panen Raya Tebu di Malang, 17 Juli 2026. Target tersebut dicapai dengan melaksanakan program peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun. Namun, Mentan Amran menyatakan target tersebut dapat dipercepat menjadi dua tahun.
“Tadi Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, ‘Pak, kita bisa dalam dua tahun’,” ujar Presiden Prabowo.
Untuk mencapai target tersebut, Mentan Amran dalam kunjungan di Tulang Bawang menyebut pengembangan tebu baru di Lampung telah mencapai sekitar 30 ribu hektare. Pengembangan areal baru ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketersediaan bahan baku industri gula sekaligus meningkatkan produksi gula nasional.
“Moga-moga bisa (produksi) 100 ton satu hektare,” ujar Mentan Amran.
Mentan Amran mengatakan peningkatan produksi gula nasional tidak cukup hanya mengandalkan perluasan areal. Pemerintah juga harus memperbaiki produktivitas tanaman melalui peremajaan tebu rakyat yang sudah tidak layak produksi. Mentan Amran menyebut sekitar 86 persen tanaman tebu rakyat atau plasma saat ini membutuhkan peremajaan. Karena itu, pemerintah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp1,7 triliun untuk membongkar tanaman lama dan menggantinya dengan tanaman tebu baru.
Dengan percepatan program peremajaan dan perluasan areal tebu, pemerintah optimistis target swasembada gula dapat tercapai dalam waktu dua tahun. Hal ini akan mengurangi ketergantungan impor gula sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tebu di dalam negeri.
