September 1, 2026

Indonesia Peringkat Keempat Penghasil Kopi Terbesar Dunia, Produksi Capai 742 Ribu Ton

IMG-20260831-WA0024

Indonesia menempati posisi keempat sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia pada tahun pemasaran 2025/2026. Data USDA Foreign Agricultural Service mencatat produksi kopi Indonesia mencapai 12,37 juta kantong berkapasitas 60 kilogram atau setara dengan sekitar 742 ribu ton.

Jumlah tersebut setara dengan 7 persen dari total produksi kopi global dan hampir menyamai Kolombia yang menghasilkan 12,5 juta kantong dan berada di posisi ketiga. Brasil masih memimpin dengan produksi 63 juta kantong atau 35 persen dari total produksi dunia, disusul Vietnam di posisi kedua dengan 31,7 juta kantong atau 18 persen.

Kekuatan Kopi Indonesia

Kekuatan kopi Indonesia terletak pada keragaman wilayah dan jenisnya. Sentra produksi tersebar di Sumatra, Jawa, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua. Indonesia juga dikenal sebagai salah satu produsen utama kopi robusta dunia, selain menghasilkan beragam arabika dengan cita rasa khas setiap daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, produksi kopi Indonesia mencapai 801 ribu ton pada 2024, dengan 75 persen di antaranya merupakan kopi robusta. Provinsi Sumatera Selatan menjadi penghasil kopi robusta terbesar dengan kontribusi signifikan, diikuti Lampung dan Bengkulu.

Indonesia juga mengekspor biji kopi ke berbagai negara, dengan Amerika Serikat menjadi salah satu tujuan utama yang terus meningkat permintaannya. Volume ekspor biji kopi Indonesia pada 2024 mencapai 300,4 ribu ton dan naik menjadi 323,6 ribu ton pada 2025. Wilayah Sumatra dan Jawa menjadi sentra produksi utama, termasuk produksi kopi arabika yang terus berkembang di daerah seperti Gayo, Mandailing, dan Toraja.

Tantangan dan Peluang

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya memperkuat posisi Indonesia di pasar kopi global. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah meningkatkan konsumsi kopi dalam negeri, yang saat ini masih di bawah rata-rata negara lain. Selain itu, pengembangan produk turunan seperti kopi kemasan siap minum juga menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah.

“Konsumsi kopi masyarakat Indonesia 1,2 kg per kapita per tahun, masih jauh dibandingkan dengan negara-negara lain. Ini peluang besar untuk mengembangkan pasar kopi dalam negeri dan produk turunannya,” ujar Zulkifli.

Dengan potensi produksi yang besar, Indonesia memiliki peluang untuk terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri kopi global. Hilirisasi dan pengembangan produk turunan dapat menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah ekspor sekaligus memenuhi permintaan pasar yang terus bertumbuh. Jika konsistensi kualitas dan produktivitas tetap terjaga, bukan tidak mungkin Indonesia dapat menggeser Kolombia di peringkat ketiga dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *