Agustus 15, 2026

Banjir Bandang Landa Sumatera Barat, Lima Kecamatan di Padang Terendam dan Evakuasi Warga

FB_IMG_1785875393801

Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada Senin (3/8) setelah hujan dengan intensitas sangat tinggi mengguyur sejak siang hari. Curah hujan ekstrem yang berlangsung dari pukul 11.00 hingga 17.00 WIB menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga, memicu evakuasi massal dan penutupan akses jalan di beberapa titik.

Kota Padang menjadi wilayah dengan dampak banjir paling signifikan, dengan sedikitnya 15 titik terendam air. Banjir meluas hingga merendam lima kecamatan, yaitu Kecamatan Kuranji (Kelurahan Gunung Sarik, Pasar Lalang, Rimbo Tarok, Kuranji, Sungai Sapih), Kecamatan Koto Tangah (Kelurahan Aia Pacah, Koto Panjang Ikua Koto), Kecamatan Bungus Teluk Kabung (Bungus Selatan, Teluk Kabung Utara), Kecamatan Lubuk Begalung (Pagambiran Ampalu Nan XX), dan Kecamatan Nanggalo (Surau Gadang). Ketinggian air di beberapa titik mencapai 150 sentimeter, dan derasnya arus banjir bahkan sempat menghanyutkan sejumlah kendaraan bermotor milik warga.

Selain Kota Padang, banjir juga terjadi di beberapa daerah lain. Di Kabupaten Agam, dua jorong di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, terendam banjir akibat meluapnya Sungai Batang Kumayo dan Sungai Batang Rangeh. Kabupaten Padang Pariaman juga dilaporkan mengalami banjir dan pohon tumbang, sementara di Kota Pariaman, cuaca ekstrem disertai angin kencang memicu setidaknya 10 pohon tumbang yang menimpa rumah, mobil, dan akses jalan.

Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir menggunakan perahu karet. Evakuasi diprioritaskan bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil. Rumah Sakit Islam Siti Rahma dan RSUD Rasyidin Padang juga turut terendam banjir, mengganggu aktivitas pelayanan pasien dan memaksa pihak rumah sakit untuk memindahkan pasien ke lokasi yang lebih aman.

Hingga Selasa (4/8), banjir di Kota Padang mulai berangsur surut, dan warga mulai kembali ke rumah untuk membersihkan lingkungan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 360-195-2026 yang berlaku hingga 18 September 2026, untuk memastikan proses pemulihan berjalan terencana.

BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, hingga 6 Agustus 2026. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, tanah longsor, dan pohon tumbang, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang. Bantuan logistik dan air bersih terus disalurkan kepada warga terdampak melalui posko-posko pengungsian yang telah didirikan. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci dalam penanganan bencana dan pemulihan pasca-banjir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *