Mei 25, 2026

Diplomasi Air Indonesia: Dua Jalur, Satu Tujuan Strategis

WhatsApp-Image-2026-04-26-at-16.10.01

ininih.com – Diplomasi air Indonesia bergerak dalam dua jalur sekaligus: global dan bilateral, dengan satu tujuan utama—mengunci air sebagai aset strategis pembangunan.

Di level global, peran Retno Marsudi menjadi pusat. Posisi ini lahir dari keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10.

Pada April 2026, Retno bertemu Kassym-Jomart Tokayev di Astana. Hasil utama: – Indonesia diposisikan sebagai referensi pengelolaan air
– Dorongan pembentukan organisasi air di bawah PBB
– Penguatan agenda menuju Konferensi Air PBB di Abu Dhabi (Desember 2026)
– Pembukaan jalur diplomasi lanjutan (rencana kunjungan ke Jakarta)

Di jalur bilateral, pendekatannya konkret dan teknis.
Indonesia memperkuat kemitraan dengan Belanda dalam proyek: – Perlindungan pesisir (Demak, Cirebon)
– Dukungan tanggul laut raksasa (giant seawall)

Arah kebijakan ditegaskan oleh Agus Harimurti Yudhoyono: ketahanan air = prioritas nasional.

Struktur strateginya jelas: – Global → membentuk aturan & posisi
– Bilateral → mengeksekusi solusi teknis

Kesimpulan: Indonesia tidak hanya bicara air sebagai isu lingkungan, tapi sebagai instrumen kekuatan—menghubungkan geopolitik, ekonomi, dan ketahanan nasional.

diplomasi-air-indonesia-global-bilateral-retno-marsudi-2026

diplomasi air, Retno Marsudi, World Water Forum, Kazakhstan, Belanda, ketahanan air, geopolitik air

Diplomasi air Indonesia berjalan di dua jalur—global dan bilateral—untuk memperkuat posisi sebagai pemimpin tata kelola air sekaligus membangun ketahanan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *