Juli 18, 2026

Ekspor Daun Ketapang Babel Tembus Pasar Global, Barantin Gencar Kawal UMKM Go Internasional

FB_IMG_1784106952231

Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat pembinaan kepada pelaku usaha dan mendorong komoditas unggulan daerah berdaya saing di pasar global. Daun ketapang menjadi salah satu komoditas unggulan Bangka Belitung yang memiliki permintaan pasar internasional cukup baik.

Kepala Karantina Kepulauan Bangka Belitung, Herwintarti, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha perlu terus diperkuat agar semakin banyak UMKM yang mampu menembus pasar ekspor dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Berdasarkan data Best Trust, sepanjang tahun 2025 UMKM binaan Karantina Babel telah mengekspor 665,14 kilogram daun ketapang ke Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

Memasuki semester I tahun 2026, realisasi ekspor daun ketapang telah mencapai 553,06 kilogram. Negara tujuan ekspor pun terus bertambah, tidak hanya Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman, tetapi juga Jepang dan Polandia.

Herwintarti menilai capaian tersebut menunjukkan produk berbasis sumber daya alam lokal memiliki daya saing apabila didukung dengan pendampingan, pemenuhan persyaratan karantina, serta kualitas produk yang terjaga. Meskipun terjadi penurunan sekitar 2,8 persen dibandingkan semester yang sama tahun sebelumnya, capaian ini tetap menunjukkan tren positif.

Sekretaris Utama Barantin Shahandra Hanitiyo menegaskan bahwa Barantin akan terus hadir mendampingi pelaku UMKM melalui layanan karantina yang cepat, mudah, dan terpercaya agar semakin banyak produk unggulan daerah yang mampu menembus pasar ekspor. Hal ini disampaikan dalam Web Series Go Ekspor Barantin #1 bertajuk “Kupas Tuntas: Daun Ketapang Babel Terbang ke Mancanegara” yang digelar secara daring.

Pelaku UMKM sekaligus eksportir Lukman Nuhung menjelaskan, daun ketapang diekspor dalam bentuk kering dengan ukuran yang disesuaikan kebutuhan pembeli. Di pasar internasional, produk tersebut dimanfaatkan sebagai kondisioner air alami untuk akuarium, terutama bagi ikan hias seperti cupang, guppy, dan channa. Kandungan tanin pada daun ketapang membantu menstabilkan pH air, mempercepat penyembuhan luka pada ikan, serta memiliki sifat antibakteri dan antijamur.

Selain daun ketapang, Karantina Babel juga mencatat ekspor komoditas pertanian kering lainnya. Data menunjukkan ekspor daun manggis kering mencapai 4.471 kilogram, sedangkan ekspor daun bambu kering ke Inggris tercatat sebanyak 122 kilogram.

Dalam waktu dekat, UMKM Babel akan kembali mengekspor daun ketapang ke Inggris. Hal ini menunjukkan kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk daun ketapang asal Bangka Belitung terus meningkat.

Keberhasilan ekspor daun ketapang ini menjadi bukti bahwa komoditas nonkonvensional asal Bangka Belitung semakin memiliki daya saing di pasar global. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait, menjadi kunci dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai tambah produk lokal. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, potensi ekspor komoditas unggulan daerah ini diyakini akan terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Bangka Belitung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *