Mei 25, 2026

Goldman Sachs Peringatkan Cadangan Minyak Global Turun ke Level Terendah 8 Tahun

IMG_20260508_080758

Ininih.com – Goldman Sachs memperingatkan cadangan minyak global kini berada di titik terendah dalam hampir delapan tahun terakhir akibat penutupan Selat Hormuz yang telah berlangsung lebih dari dua bulan di tengah konflik Iran melawan Amerika Serikat dan sekutunya.

Dalam laporan yang dirilis pada 4-5 Mei 2026 dan mulai ramai diberitakan Jumat (8/5/2026), Goldman Sachs menyebut total cadangan minyak mentah dunia saat ini hanya tersisa sekitar 101 hari konsumsi global dan berpotensi turun menjadi 98 hari pada akhir Mei 2026.

“Total oil stocks globally have dropped to about 101 days of expected demand, the lowest level in nearly eight years,” tulis Goldman Sachs dalam laporannya.

Penurunan tersebut terjadi karena terganggunya jalur distribusi energi global setelah Iran memblokir hampir seluruh lalu lintas tanker minyak di Selat Hormuz sejak konflik memanas pada awal Maret 2026.

Selain minyak mentah, Goldman Sachs juga memperingatkan bahwa cadangan produk olahan seperti bensin, solar, dan bahan bakar jet mengalami penyusutan cepat.

Sebelum perang pecah, cadangan produk minyak olahan global tercatat berada di kisaran 50 hari konsumsi. Namun pada Mei 2026 angka itu turun menjadi hanya 45 hari konsumsi.

“Global commercial stocks of refined petroleum products have fallen from 50 days of consumption… to 45 days now,” lanjut laporan tersebut.

Goldman Sachs menilai dunia memang belum memasuki level minimum operasional, tetapi laju penurunan stok energi saat ini dinilai mengkhawatirkan.

“While global oil stocks are unlikely to hit minimum operational levels this summer, the speed of depletion and supply losses in some regions and products is concerning,” tulis Goldman Sachs.

Krisis energi global kembali memburuk setelah serangan terbaru Iran di kawasan Teluk Persia memicu gangguan tambahan terhadap distribusi minyak dan gas dunia.

Pada awal pekan ini, harga minyak global sempat melonjak lebih dari 6 persen setelah laporan serangan Iran serta kebakaran di fasilitas pelabuhan minyak Uni Emirat Arab.

Analis komoditas ING menyebut pasar kini kembali menghitung ulang berapa lama gangguan pasokan energi akan berlangsung.

“Oil and natural gas prices jumped again on Monday as the market is re-pricing once again the duration of the supply disruptions amid the re-escalation of tensions in the Persian Gulf,” tulis analis ING.

Hingga Jumat (8/5/2026), harga minyak Brent masih bergerak sangat volatil di sekitar US$100 per barel di tengah ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sebelumnya, sempat muncul harapan gencatan senjata dan pembukaan jalur pelayaran internasional, namun eskalasi serangan terbaru membuat proses normalisasi kembali tertunda.

Goldman Sachs memperingatkan bahwa jika gangguan distribusi energi terus berlangsung, dunia akan semakin rentan terhadap lonjakan harga baru dan krisis pasokan di berbagai kawasan.

goldman-sachs-cadangan-minyak-global-terendah-8-tahun-hormuz-2026

Keyword: Goldman Sachs, cadangan minyak global, Selat Hormuz, harga minyak dunia, Iran vs AS, Brent oil, krisis energi 2026, minyak dunia turun

Meta Deskripsi: Goldman Sachs memperingatkan cadangan minyak global turun ke level terendah dalam 8 tahun akibat blokade Selat Hormuz dan konflik Iran-AS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *