Agustus 24, 2026

Gubernur Jambi Turun Padamkan Karhutla dan Ajak Warga Salat Istisqa

IMG-20260811-WA0042

Gubernur Jambi Al Haris mengajak masyarakat, ulama, kiai, dan imam masjid menggelar salat istisqa untuk memohon hujan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan gambut Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Ajakan tersebut disampaikan Al Haris saat meninjau lokasi karhutla pada Minggu (9/8). Kebakaran telah berlangsung lebih dari tiga hari dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai lebih dari 50 hektare.

“Saya mengimbau para ulama, kiai, imam masjid, mari kita lakukan salat istisqa. Meminta kepada Allah agar hujan turun dengan cepat di bumi Jambi ini,” kata Al Haris. Cuaca panas dan kering serta keterbatasan air menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman. Gubernur bahkan ikut turun bersama tim gabungan melakukan pemadaman.

Menurut Al Haris, karakteristik lahan gambut membuat api sulit dikendalikan karena dapat menjalar di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut diperparah akses yang sulit, minimnya sumber air, serta angin kencang yang mempercepat perambatan api. Ia mengapresiasi upaya BPBD, TNI-Polri, relawan peduli api, serta tim pemadam yang terus bekerja dari darat dan udara.

Al Haris juga meminta setiap desa meningkatkan kewaspadaan, khususnya wilayah yang memiliki lahan gambut. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa dan satgas karhutla untuk memastikan deteksi dini dan penanganan cepat jika muncul titik api. Potensi kebakaran masih sangat tinggi di musim kemarau ini dan membutuhkan kewaspadaan kolektif.

Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah memastikan pihaknya akan menyelidiki penyebab kebakaran. Jika ditemukan unsur pidana, kasus akan diproses sesuai hukum dan berdasarkan alat bukti yang dikumpulkan dari lokasi kejadian. Polisi telah memasang police line di area yang terbakar untuk memudahkan proses penyelidikan.

Bayu juga mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan akan terus dilakukan untuk memberikan efek jera bagi siapa pun yang terbukti melanggar aturan.

Kebakaran lahan gambut di Muaro Jambi menjadi peringatan akan tingginya risiko karhutla di musim kemarau. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan. Dengan kerja sama yang baik, karhutla dapat dikendalikan dan dampaknya terhadap kesehatan serta lingkungan dapat diminimalkan.

Proses pemadaman dan penyelidikan akan terus dilakukan hingga api benar-benar padam dan pelaku bertanggung jawab dihadirkan ke meja hijau. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan. Gubernur berharap melalui salat istisqa, hujan segera turun dan membantu proses pemadaman yang sedang berlangsung.

Dengan kesadaran kolektif, risiko karhutla dapat ditekan dan lingkungan dapat tetap lestari untuk generasi mendatang. Mari kita jaga lingkungan dan mencegah karhutla bersama-sama. Semoga api segera padam dan tidak ada korban jiwa serta kerugian materi yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *