Iran Siapkan Rencana Komprehensif Balas Serangan AS, Target Infrastruktur Energi Israel dan Kawasan
Seorang pejabat senior keamanan Iran memperingatkan bahwa negaranya telah menyusun rencana komprehensif untuk menargetkan infrastruktur kritis Israel dan fasilitas energi Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sebagai pembalasan atas setiap serangan baru. Peringatan ini disampaikan menyusul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump telah menyetujui gelombang serangan militer baru terhadap Iran yang dapat dimulai akhir pekan ini .
Pejabat tersebut, dalam pernyataan kepada Tasnim News Agency pada Jumat (31/7), menggambarkan laporan tentang kemungkinan serangan AS dan Israel ke Iran sebagai “sebuah bentuk kegilaan” . Ia menegaskan bahwa Iran memiliki rencana tanggapan ekstensif yang sepenuhnya siap dijalankan jika diserang, dan menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran telah menunjukkan kemampuan dan tekad untuk melakukan operasi semacam itu selama perang 40 hari dan minggu-minggu berikutnya .
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya spekulasi eskalasi konflik setelah laporan bahwa Trump telah menyetujui serangan baru yang bisa dimulai akhir pekan ini, seraya memperingatkan Teheran akan menghadapi aksi militer signifikan kecuali kembali ke meja perundingan . Dalam rapat kabinet di Camp David pada Jumat, Trump menyatakan AS akan “memukul mereka dengan sangat keras” dan berargumen bahwa Iran pada akhirnya akan mencapai titik di mana mereka tidak lagi mampu menahan tekanan yang semakin besar . Seorang analis bahkan menyebut AS menghadapi “jalan buntu strategis” dalam konflik dengan Iran .
Iran sendiri telah berulang kali menyatakan bahwa setiap serangan terhadap infrastrukturnya akan mendapat respons kuat dan tegas. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya memperingatkan bahwa setiap agresi terhadap Iran akan memaksa negara itu untuk merespons dengan kuat dan tegas, dan mereka yang berkontribusi pada agresi tersebut akan dianggap sebagai target sah . Seorang penasihat pemimpin tertinggi Iran juga memperingatkan bahwa jika AS melanjutkan perang, Iran akan memasuki fase “ofensif dan destruktif” .
Ketegangan masih tinggi dan situasi di kawasan sangat dinamis. Pernyataan saling mengancam ini meningkatkan risiko konflik yang lebih luas, dengan potensi target yang mencakup infrastruktur energi vital di kawasan, yang dapat berdampak signifikan pada stabilitas dan pasokan energi global. Keputusan yang akan diambil Washington dalam beberapa hari mendatang akan sangat menentukan arah eskalasi atau de-eskalasi konflik ini.
