IRGC Peringatkan Insiden Lebih Besar di Sektor Energi Global jika AS Terus Campuri Selat Hormuz
Korps Garda Revolusi Islam Iran kembali mengeluarkan peringatan keras terkait situasi di Selat Hormuz. IRGC menegaskan bahwa “intervensi berkelanjutan” Amerika Serikat di jalur perairan strategis tersebut dapat memicu insiden yang lebih besar yang berdampak pada sektor minyak dan gas global .
Dalam pernyataannya, IRGC menyatakan satu-satunya cara untuk memulihkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz adalah dengan mengakhiri intervensi militer AS di kawasan tersebut . Iran menegaskan tidak akan mengizinkan campur tangan militer asing yang berkelanjutan di jalur perairan strategis tersebut .
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas maritim setelah sebuah kapal berupaya melintasi selat dengan sistem identifikasi dimatikan dan menggunakan jalur yang tidak sah .
Selat Hormuz merupakan salah satu chokepoint maritim paling penting di dunia dan rute utama bagi pengiriman minyak serta gas alam global. Penutupan jalur ini berpotensi mengerek harga energi dunia dan memperparah inflasi global . IRGC menyatakan bahwa kerja sama negara mana pun dengan “musuh agresor” akan menunda pembukaan kembali selat dan memperdalam krisis energi global .
IRGC juga memperingatkan bahwa setiap serangan baru terhadap Iran akan dibalas dengan respons yang lebih keras, termasuk serangan terhadap pangkalan-pangkalan “musuh” lainnya di kawasan . Iran menuding AS, Israel, dan negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS bertanggung jawab atas segala konsekuensi jika eskalasi terus berlanjut .
Sebelumnya, AS dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada Juni lalu untuk mengakhiri perang dan membuka jalan menuju perjanjian damai jangka panjang . Namun, AS kembali melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran sejak 8 Juli , yang kemudian memicu respons balasan dari Iran .
Eskalasi di Selat Hormuz terus mengancam stabilitas kawasan dan pasokan energi global. Jika intervensi militer AS tidak diakhiri dan Iran mempertahankan penutupan selat, dunia dapat menghadapi krisis energi yang lebih parah dengan konsekuensi ekonomi global yang luas. Resolusi diplomatik menjadi satu-satunya jalan untuk menghindari konflik terbuka dan pemulihan lalu lintas maritim di jalur strategis ini.
