Kebakaran Bromo 520 Hektare, Titik Api Tersisa dan Bara Mengancam
Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah melahap sekitar 520 hektare lahan . Luas area terdampak ini melonjak drastis dari data sebelumnya yang mencapai sekitar 176 hektare, dipicu oleh kembali berkobarnya api pada Sabtu (8/8) malam .
Di tengah upaya pemadaman, sejumlah titik api masih ditemukan dari kawasan P30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, hingga sekitar Penanjakan 1 . Kepala BNPB Suharyanto menyebutkan bahwa dari 34 titik api, tersisa dua titik yang masih dalam penanganan . Namun, yang lebih mengkhawatirkan, bara yang tertinggal masih bisa kembali menyala dan membuka jalur kebakaran baru .
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turun langsung melihat kondisi lapangan dan memimpin koordinasi penanganan . Penanganan dilakukan secara besar-besaran dengan melibatkan TNI, BPBD, BB-TNBTS, dan relawan .
Tiga helikopter pengebom air, tujuh mobil pemadam, dan tiga drone water spray dikerahkan untuk mengejar titik-titik yang sulit dijangkau . Operasi pemadaman juga dibantu oleh 20 anggota TNI yang melakukan patroli 24 jam menggunakan motor trail untuk menyisir bara tersembunyi .
Namun, pertarungan belum selesai. Ratusan personel masih melakukan pemadaman manual sekaligus menyisir kawasan untuk mencari bara. Medan Bromo menjadi tantangan tersendiri: lereng terjal, kawasan berbukit, akses terbatas, serta arah angin yang berubah-ubah membuat api sulit dikendalikan . Keterbatasan alat gepyok dan kondisi medan membuat pekerjaan di lapangan semakin berat .
Kebakaran ini bukan hanya soal luas lahan yang terbakar. Vegetasi khas pegunungan ikut terdampak, termasuk sejumlah tumbuhan di kawasan konservasi dan edelweiss . Kabar baiknya, pemantauan sementara menunjukkan api belum membakar Lembah Watangan dan Bukit Teletubbies, dua kawasan yang menjadi bagian dari daya tarik Bromo .
Seluruh pintu masuk kawasan TNBTS dari arah Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo ditutup total sejak 8 Agustus 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan untuk mendukung pemadaman dan keselamatan pengunjung . Kini perhatian tertuju pada satu hal: mampukah petugas memastikan seluruh bara benar-benar padam sebelum kembali menjadi api?
