Agustus 24, 2026

Pabrik Baterai Kendaraan Listrik CATIB di Karawang Rampung, Siap Produksi Komersial

IMG_20260730_010241

Pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery kini telah rampung sepenuhnya. Pabrik siap memasuki tahap produksi komersial guna mendukung pasokan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air. Hal ini diungkap Menteri ESDM usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Selasa (28/7/2026).

PT CATIB merupakan perusahaan patungan antara Indonesia Battery Corporation dan CBL, anak usaha produsen baterai terbesar asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Limited. Pada fase pertama, kapasitas fasilitas CATIB tercatat sebesar 6,9 GWh dan segera direncanakan untuk diekspansi hingga mencapai minimal 15 GWh atau setara dengan pasokan daya untuk sekitar 250 ribu unit kendaraan listrik.

Fasilitas di Kawasan Artha Industrial Hills, Karawang, Jawa Barat, itu memulai pembangunan melalui groundbreaking yang dipimpin Presiden Prabowo pada 29 Juni 2025. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyebut proyek tersebut memiliki nilai strategis karena menjadi bagian dari upaya mengolah sumber daya alam di dalam negeri menjadi produk bernilai tambah.

Pabrik ini menjadi tonggak penting dalam rantai pasok industri kendaraan listrik nasional. Dengan beroperasinya fasilitas produksi baterai di dalam negeri, Indonesia tidak lagi sepenuhnya bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan komponen utama kendaraan listrik.

Proyek ini juga merupakan wujud nyata dari kebijakan hilirisasi yang digalakkan pemerintah. Pengolahan mineral seperti nikel menjadi baterai listrik memberikan nilai tambah yang jauh lebih besar dibandingkan ekspor bahan mentah, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru dan transfer teknologi.

CATL sebagai pemegang saham utama membawa pengalaman dan teknologi mutakhir dalam produksi baterai lithium-ion. Kolaborasi dengan IBC yang merupakan konsorsium BUMN memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik.

Kehadiran pabrik ini juga mendorong tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air, mulai dari produsen mobil listrik, stasiun pengisian daya, hingga industri daur ulang baterai. Dengan kapasitas yang terus diekspansi, Indonesia berpeluang menjadi pusat produksi baterai kendaraan listrik di Asia Tenggara.

Pemerintah menargetkan percepatan adopsi kendaraan listrik di dalam negeri melalui berbagai insentif dan kebijakan pendukung. Ketersediaan pasokan baterai dari dalam negeri akan menekan biaya produksi dan harga jual kendaraan listrik, sehingga semakin terjangkau bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia menuju energi bersih dan ramah lingkungan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *