Mei 25, 2026

PERANG IRAN SUDAH TELAN US$29 MILIAR, KONGRES AS MULAI PERTANYAKAN BIAYA YANG TERUS MEMBENGKAK

1951488726

Ininih.com — Pengawas Keuangan Pentagon Jules Jay Hurst mengonfirmasi kepada Kongres pada Selasa 12 Mei bahwa biaya perang AS melawan Iran sejak 28 Februari 2026 telah mencapai hampir US$29 miliar — naik US$4 miliar dari estimasi US$25 miliar yang disampaikan hanya beberapa pekan sebelumnya. Kenaikan itu dikaitkan dengan biaya perbaikan dan penggantian peralatan serta biaya operasional menjaga personel di lapangan. Sumber lain memperingatkan bahwa angka resmi itu bisa jauh lebih rendah dari biaya sebenarnya jika kerusakan pangkalan AS di kawasan ikut dihitung — dengan estimasi alternatif menyebut angka aktual bisa mencapai US$40 hingga US$50 miliar.

Kenaikan US$4 Miliar dalam Satu Bulan

Laju kenaikan biaya ini — US$4 miliar dalam kurang dari sebulan — adalah sinyal bahwa konflik yang diklaim Washington hampir selesai sebenarnya masih jauh dari kata tuntas. Komponen terbesar adalah penggantian peralatan dan amunisi yang digunakan dalam operasi udara intensif, diikuti biaya operasional menjaga puluhan ribu personel tetap berada di pangkalan-pangkalan di kawasan Teluk, Laut Arab, dan pangkalan udara yang tersebar dari Qatar hingga Diego Garcia.

Tekanan mulai terasa di Kongres. Anggota House Appropriations Subcommittee on Defense mengungkapkan kekhawatiran soal cadangan amunisi yang menipis — sebuah kekhawatiran yang diperkuat oleh laporan CSIS sebelumnya bahwa konflik Iran telah menguras interceptor rudal dengan laju yang tidak bisa segera diganti industri pertahanan AS. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menolak klaim itu secara langsung: “Saya tak setuju bahwa amunisi menipis. Itu tak benar.” Namun Hegseth tidak menyertakan data spesifik untuk mendukung bantahannya, sementara angka biaya yang terus meningkat justru berbicara ke arah sebaliknya.

Beban Fiskal yang Tidak Berdiri Sendiri

US$29 miliar bukan angka yang berdiri sendiri. Ini adalah pengeluaran tambahan di atas anggaran pertahanan reguler AS yang sudah melampaui US$900 miliar per tahun — dan ia datang di tengah tekanan fiskal domestik yang signifikan, dengan defisit anggaran federal AS yang terus melebar. Yang memperburuk kalkulasi ini adalah fakta bahwa bocoran intelijen terbaru menunjukkan militer Iran jauh dari hancur: 30 dari 33 situs rudal masih operasional, artinya setiap dolar yang dikeluarkan belum menghasilkan degradasi permanen terhadap kemampuan ancaman Iran.

Jika konflik berlanjut tanpa terobosan diplomatik — sementara proposal 14 poin Iran ditolak dan mediasi Pakistan diragukan di Kongres sendiri — angka US$29 miliar hanya akan menjadi titik awal dari kurva yang terus menanjak. Hegseth menyebut pemerintahan Trump memiliki “rencana untuk melakukan penundaan jika perlu” dan “rencana memindahkan aset-aset” — pernyataan yang lebih terdengar seperti persiapan untuk skenario panjang daripada keyakinan bahwa konflik akan segera berakhir.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *